Turki Mulai Pakai Mata Uang Yuan China

Berita Baru, Internasional – Bank Sentral negara Turki menyampaikan kebijakan penggunaan mata uang yuan China untuk alat tukar transaksi. Hal itu merupakan pertama kalinya dalam sejarah ekonomi Turki.

Dilansir dari Republika, penggunaan yuan dan lira dalam hubungan Turki-China ini berdasarkan perjanjian swap yang mulai direalisasikan pada Kamis (18/6).

Dalam pernyataan resmi bank sentral Turki, perusahaan Turki di berbagai sektor membayar tagihan impor mereka dari China menggunakan yuan melalui bank terkait.

“Perjanjian swap ini penting untuk memfasilitasi penggunaan mata uang lokal dalam pembayaran perdagangan internasional dan akses mudah perusahaan Turki ke likuiditas internasional,” kata pejabat bank sentral Turki.

“Ini adalah langkah signifikan yang akan semakin memperkuat kerja sama keuangan antara Turki dan China,” imbuhnya.

Diketahui, perjanjian pertukaran mata uang tersebut ditandatangani antara Bank Sentral Turki dan Bank Rakyat Tiongkok pada tahun 2019 lalu.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, bank komersial akan dapat memperluas jangkauan produk mereka sesuai dengan perdagangan internasional dan kegiatan keuangan dengan strategi berdasarkan perjanjian swap.

Berita Terkait :  PBNU Dukung Pemerintah Tegas Soal Klaim China di Natuna

Swap adalah transaksi pertukaran dua valas melalui pembelian tunai dengan penjualan kembali secara berjangka, atau penjualan tunai dengan pembelian kembali secara berjangka.

Hal itu bertujuan untuk mendapatkan kepastian kurs (kurs bersifat tetap selama kontrak), sehingga dapat menghindari kerugian selisih kurs.

Turki ingin mengurangi pemakaian dolar AS dalam transaksi perdagangan global. Ketergantungan terhadap dolar AS menyebabkan ketidakstabilan nilai tukar lira sehingga beberapa kali mengalami penurunan drastis.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan