Berita

 Network

 Partner

Tulis Surat Terbuka, Emerson Yuntho Adukan Pungli di Samsat dan Satpas ke Jokowi

Tulis Surat Terbuka, Emerson Yuntho Adukan Pungli di Samsat dan Satpas ke Jokowi

Berita Baru, Jakarta – Emerson Yuntho, seorang pegiat antikorupsi layangkan surat terbuka untuk Presiden Jokowi. Dalam suratnya ia mengadukan praktik pungutan liar (pungli) dan percaloan di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) dan Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satapas).

Emerson mengaku sudah 20 tahun dirinya resah dan prihatin terhadap pelayanan publik, khususnya Samsat dan Satapas, yang hingga saat ini belum terbebas dari praktik pungli dan percaloan.

“Praktik pungli di Samsat dan Satpas hampir merata di seluruh Indonesia. Sudah banyak keluhan warga yang disampaikan baik secara resmi maupun media sosial, jikapun keluhan ditindaklanjuti namun perbaikan hanya berjalan semusim. Tidak lama pungli dan calo muncul kembali,” tulis Emerson dalam suratnya, Selasa (14/9).

Menurut Mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) itu, warga seringkali terpaksa atau dipaksa untuk melakukan tindakan melanggar hukum tersebut. Selain itu, proses yang dijalani di Samsat dan Satpas juga tidak transparan.

“Praktik pungli dan percaloan juga terjadi dalam urusan pembuatan dan perpanjangan SIM di Satpas. Warga juga mengeluhkan teori ujian yang tidak transparan dan praktik pengujian SIM yang dinilai tidak masuk akal. Dengan model ujian seperti ini, publik percaya bahwa Lewis Hamilton akan gagal mendapat SIM A dan Valentino Rossi juga tidak mungkin memperoleh SIM C di Indonesia,” ungkap Emerson.

Ia mengungkapkan bahwa, prosedur tersebut membuat 75 persen warga Indonesia memperoleh SIM dengan cara tidak wajar. Karena itu, Emerson meminta Jokowi membenahi Samsat dan Satpas secara extra ordinary.

“Bapak presiden bisa memerintahkan Menko Polhukam dan Kapolri untuk bereskan masalah ini secara permanen sehingga tidak terjadi di kemudian hari,” kata Emerson, dalam surat yang ia unggah di akun Twitter pribadinya.

“Terakhir, saya menyampaikan keluhan dan permintaan ini melalui surat – bukan lewat mural atau poster – mohon tidak melakukan penangkapan atau pemeriksaan terkait pengiriman surat ini,” imbuh Emerson.

Lebih lanjut dalam twitnya, Emerson meyampaikan alasan dirinya meminta bantuan Presiden untuk menyelesaikan persoalan pungli tersebut.

“Mengapa masalah “kecil” ini harus meminta bantuan @jokowi sih bang? Masalah kecil ini ga pernah selesai-selesai sejak 20 tahub lalu hingga kini. Sebelumnya penyelesaian keluhan hanya parsial dan musiman. Tidak lama muncul lagi. Ini menyangkut pelayanan publik dan banyak orang,” tulisnya.

Berita Terkait :  Survei SMRC: 52 Persen Nilai Pemerintah Cepat Tangani COVID-19

“Dari surat ini sebenarnya muncul harapan, sudahlah stop praktik2 kotor di layanan publik – samsat dan satpas – saatnya kita perbaiki ke depan. Kita juga mau melawan mitos, bahwa pungli dan calo di samsat dan satpas ini mustahil dibenahi karena sudah turun menurun dan mendarah daging,” harap Emerson.

Guna memperkuat gerakannya membenahi SAMSAT dan SATPAS sehingga bersih dari pungli dan calo, Emerson menggalang dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia melalui tandatangan petisi secara online. Berikut link petisinya https://t.co/umHZT9Ufca.

Berita Terkait :  Koalisi Pesisir Desak Pemerintah Tinjau Ulang Pembangunan Jalan Tol dan TTLSD