Berita

 Network

 Partner

Tujuh Roket Menghantam Zona Hijau Baghdad, Satu Orang Meninggal dan Lima Lainnya Terluka
(Foto: SindoNews)

Tujuh Roket Menghantam Zona Hijau Baghdad, Satu Orang Meninggal dan Lima Lainnya Terluka

Berita Baru, Internasional – Tujuh roket meluncur ke ibu kota Irak, Baghdad, pada Selasa (17/11) menewaskan seorang gadis kecil dan lima orang warga sipil lainnya terluka dalam serangan tersebut.

Seperti dilansir dari Sputnik News, serangan roket tersebut diantaranya: empat jatuh di Zona Hijau, dan tiga di luar daerah – satu di dekat Medical City, satu lagi di pintu Taman Al-Zawra, dan yang ketiga meledak di udara.

Zona Hijau di ibu kota Irak, Baghdad, memang sering mengalami serangan roket, namun tidak menimbulkan korban atau kerusakan signifikan.

Menurut beberapa laporan, roket diluncurkan dari jalan Al-Dhatt di lingkungan Al-Amin.

Sebelumnya, Reuters mengatakan bahwa militer Irak telah mengkonfirmasi dalam pernyataannya bahwa empat roket Katyusha jatuh di Zona Hijau Baghdad. Pernyataan itu juga menambahkan bahwa roket diluncurkan dari lingkungan di distrik Al-Alf Dar di New Baghdad.

Berita Terkait :  Serangan Hari Kedua di Gaza: Rentetan Roket Meluncur Tanpa Henti ke Israel

Awalnya, berbagai laporan di media sosial mengatakan bahwa beberapa ledakan dan sirene kedutaan AS terdengar di Zona Hijau saat roket mendarat di daerah tersebut.

Menurut laporan AP sebelumnya, pejabat keamanan Irak menyebut bahwa dua roket Katyusha mendarat di dalam Zona Hijau dekat kedutaan AS.

Seperti video yang beredar di media sosial menunjukkan dugaan saat sistem anti-rudal mencegat roket di Zona Hijau.

Laporan tentang roket yang menghantam Zona Hijau Baghdad muncul tak lama setelah Departemen Pertahanan AS mengumumkan bahwa pasukan Amerika di Irak dan Afghanistan akan dikurangi menjadi 2.500.

Zona Hijau Baghdad – area seluas 10 kilometer persegi yang menampung fasilitas diplomatik di ibu kota Irak, termasuk kedutaan AS – sering mengalami serangan roket, biasanya tanpa korban atau kerusakan besar.

Berita Terkait :  Barack Obama Sindir Donald Trump Soal Rasisme