Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

N’Golo Kante, pemain andalan Chelsea (foto: VIVA)
N’Golo Kante, pemain andalan Chelsea (foto: VIVA)

Tuchel Sebut Puasa Pengaruhi Kualitas Permainan N’Golo Kante

Berita Baru, SepakbolaN’Golo Kante tampak bermain kurang baik saat Chelsea menghelat laga kontra Real Madrid dalam perempatfinal Liga Champions pada Kamis (7/4). Hal ini berujung kekalahan Chelsea 1-3 dari Los Blancos. Tiga gol Karim Benzema hanya bisa dibalas satu gol Kai Havertz.

Melihat demikian, Thomas Tuchel berkomentar jika performa Kante yang kurang apik dalam laga tersebut karena dirinya sedang menjalani puasa. Sebagaimana muslim pada umumnya, Kante beribadah puasa sejak 1 Ramadhan 1443 H atau 1 April 2022 waktu Inggris.

“Sekarang dia berpuasa karena agama dan keyakinannya jadi mungkin ini alasan lain. Bukan pertama kalinya, tapi kalau berhari-hari tidak minum atau makan bisa berpengaruh. Mungkin itu juga bagian dari penjelasan yang kami rasakan bahwa dia tidak berada di level tertingginya jika Anda bisa membandingkannya dengan Real Madrid tahun lalu,” ungkap Tuchel dikutip dari Daily Mail.

Walau demikian, Tuchel tidak menyalahkan Kante yang sedang menjalani kewajiban agamanya.

“Satu hal yang jelas bahwa N’Golo adalah pemain kunci karena dia memiliki kualitas yang luar biasa dan unik. Dia memberi kami sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang lain,” imbuhnya.

“Dia berjuang dengan konsistensi karena cedera dan ini juga alasan sedikit ketidakkonsistenan kami. Kami telah kehilangan dia untuk begitu banyak pertandingan.”

“Ini bukan hal yang memalukan atau perlu disesali. Kami mencoba untuk mendorongnya karena kami tahu apa yang dia miliki ketika dia berada di lapangan,” pungkas Tuchel.

Kante hanya tampil di lapangan sepanjang babak pertama. Gelandang 31 tahun itu ditarik keluar selepas rehat dan digantikan Hakim Ziyech.

Performa N’Golo Kante sepanjang babak pertama memang bisa dibilang di bawah standar. Dia hanya 17 kali mengoper bola, sekali terlibat duel dan sekali sapuan, tapi gagal merebut bola dengan tekel.

Penampilan tersebut berbanding terbalik dengan apa yang dia tunjukkan tahun lalu kala bersua Real Madrid di babak semifinal Liga Champions. Kante merajai lini tengah dan sukses menyabet gelar Man of The Match dalam dua leg pertandingan.