Toko-toko dan Kantor Polisi Dijarah dalam Kerusuhan Haiti

(Foto : iNews.id)

Berita Baru, Internasional – Ribuan orang turun ke jalan-jalan di Haiti untuk melakukan aksi protes terhadap Presiden Jovenel Moïse. Dilansir dari BBC, Sabtu (28/9).

Sebuah kantor polisi, toko – toko dan bank di ibu kota Port-au-prince diserang dan dijarah oleh para pemrotes. Polisi kemudian merespons hal tersebut  dengan menembakkan gas air mata dan amunisi hidup.

Kenaikan harga dan kelangkaan bahan bakar serta dugaan korupsi oleh pemerintah yang memicu ribuan orang tersebut turun jalan dan melakukan aksi di Haiti selama berminggu-minggu.

Sementara itu, pidato presiden Mr. Moise di PBB minggu ini  meminta ketengangan namun gagal sebab kekerasan tetap terjadi di negara termiskin di Amerika itu.

Laporan menyebut, empat orang tewas dalam beberapa hari terakhir. Para pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Presiden Jovenel Moïse. Kantor polisi di distrik kota Cité Soleil dilucuti dari furnitur dan atap logamnya.

“Orang-orang mengambil apa pun yang mereka bisa untuk membuat rumah mereka lebih baik karena mereka bosan basah kuyup saat hujan,” kata seorang pemrotes, Steven Edgard, kepada kantor berita AFP.

Berita Terkait :  Kasus Covid-19 Meningkat, Lebanon Kembali Dikunci

Lingkungan yang lebih kaya seperti Delmas dan Petion Ville melihat bank, mesin ATM, dan toko dijarah, dengan satu gedung dibakar, lapor Reuters

Keterangan media mengatakan banyaknya aksi protes yang terjadi di Haiti awal tahun ini karena Moïse menolak seruan untuk pengunduran dirinya, dengan mengatakan ia tidak akan meninggalkan negara itu di “tangan gerombolan bersenjata dan penyelundup obat bius”.

Sumber : BBC

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan