Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

KKB
Pilot Susi Air yang disandera KKB (Foto: Istimewa)

TNI Tegaskan Operasi Pembebasan Pilot Susi Air Tak Akan Langgar HAM



Berita Baru, Jakarta – Pasukan TNI akan segera melakukan operasi pembebasan pilot Susi Air Philip Mark Merthens. Operasi tersebut akan dikomando oleh Komandan Korem 172/PWY Brigadir Jenderal TNI JO Sembiring.

“Danrem 172/PWY ditunjuk sebagai Dankolakops TNI untuk membebaskan Philip Mark Merthens dari tangan KKB dalam keadaan selamat,” kata Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa dalam keterangan resminya yang dikutip Sabtu (18/2/2023).

Sebagai Dankolakops, Danrem 172/PWY Brigjen JO Sembiring akan bersinergi dengan Satgas Damai Cartenz yang dipimpin Komisaris Besar Faizal.

Upaya pembebasan sandera saat ini masih dilakukan oleh tim gabungan dari TNI dan Polri. Menurut Saleh, upaya penyelematan masih terus diupayakan dengan mengedepankan dialog yang melibatkan para pihak yang diutus Pemerintah Kabupaten Nduga.

Namun Saleh mengatakan, karena peristiwa penyanderaan ini sudah berjalan beberapa waktu, sehingga akan dilakukan penegakan hukum sesuai standar operasional prosedur.

“Agar peristiwa ini tidak berlarut-larut,” kata Mayjen Saleh.

Menurutnya, bila tiba waktunya TNI-Polri akan melakukan tindakan hukum secara terukur, terpilih dan terarah.

Saleh mengatakan, penegakan hukum kepada pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM Egianus Kogoya akan dilakukan secara terukur dan sesuai dengan SOP.

“Penegakan hukum kepada Egianus itu dilakukan karena telah melakukan berbagai tindak kejahatan hingga menyebabkan banyaknya korban jiwa,” kata Saleh di Jayapura, Jumat, 17 Februari 2023.

Dia mengatakan prajurit yang dikerahkan bersama Polri melakukan tindakan penegakan hukum sudah dibekali berbagai ketrampilan sehingga nantinya tidak akan terjadi pelanggaran HAM.

“Prajurit yang terlibat termasuk anggota Polri sudah dibekali berbagai ketrampilan sehingga saat berada di lapangan akan dilakukan secara terukur dan tidak melanggar HAM, ” tegas Saleh.

Pangdam Cenderawasih mengaku saat ini masyarakat sudah meninggalkan Paro dan mengungsi ke Kenyam, ibukota Kabupaten Nduga.

Warga Paro itu berjalan kaki ke Kenyam sehingga penjabat Bupati Nduga meminta bantuan agar membantu mengevakuasi warga yang sakit, tua atau wanita dan anak-anak.

“Kami sudah mengevakuasi mereka dengan menggunakan helikopter milik TNI-Polri ke Kenyam beberapa hari yang lalu saat warga sudah berada di sekitar gunung Wea, “jelas Mayjen TNI Saleh.