Tingkatkan Ekonomi, India Siapkan Dana Rp550 Triliun pada Sektor Pertanian

Berita Baru, Internasional – Pada hari Sabtu (1/2), Pemerintah India mengatakan bahwa pihaknya akan mengalokasikan dana sebesar $ 40 miliar (Rp550 Triliun) ke sektor pertanian. Hal itu untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi, setelah satu dekade mengalami kemunduran.

Dilansir dari CNBC, Sabtu (1/2), menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman–yang memegang anggaran tahun 2020/2021–mengatakan bahwa defisit fiskal untuk tahun berjalan akan melebar menjadi 3,8% dari produk domestik bruto, naik dari 3,3% yang ditargetkan untuk tahun berjalan.

Sementara untuk tahun fiskal 2020/2021 Sitharaman menetapkan defisit fiskal sebesar 3,5% untuk menopang perekonomian yang kendur dan telah menuai reaksi dari publik. Untuk membantu penambahan pendapatan, ia juga mengumumkan bahwa pemerintah akan mengurangi kepemilikan saham di perusahaan asuransi jiwa sebagai bagian dari program divestasi.

Dalam satu dekade terakhir, India mengalami perlambatan ekonomi yang cukup buruk. Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini, yang berakhir pada 31 Maret, akan merosot ke 5%, laju terlemah sejak krisis keuangan global 2008-09.

Sitharaman mengatakan 2,83 triliun rupee India ($ 39,82 miliar) akan dialokasikan untuk pertanian dan kegiatan sekutu termasuk membantu petani membangun unit pembangkit tenaga surya serta membangun cold storage nasional untuk mengangkut barang tahan lama.

Berita Terkait :  Sebut Warganya Kebal dari Virus Corona, Bolsanoro Tuai Kecaman

“Pasar pertanian harus diliberalisasi, pertanian harus dibuat lebih kompetitif,” katanya.

Dia juga mengatakan jika pemerintah akan menghabiskan $ 50,65 miliar untuk skema air federal sebagai upaya dalam mengatasi problem air. Pertanian menyumbang 15% dari domestik bruto India dan sumber mata pencaharian bagi lebih dari setengah dari 1,3 miliar penduduk negara itu.

“Masalah terkait tekanan air sekarang menjadi masalah serius di seluruh negeri, dan bahwa pemerintah mengusulkan langkah-langkah komprehensif untuk 100 kabupaten yang mengalami tekanan air,” ujarnya.

Dalam laporan ekonomi tahunannya yang dirilis pada hari Jumat (31/1), pemerintah memperkirakan bahwa pertumbuhan akan meningkat menjadi 6,0% menjadi 6,5% pada tahun fiskal yang dimulai 1 April.

“Orang-orang telah menaruh kepercayaan pada kebijakan ekonomi kita,” kata Sitharaman di parlemen. “Ini adalah anggaran untuk meningkatkan pendapatan mereka dan meningkatkan daya beli mereka.”

Sitharaman juga menyisihkan 690 miliar rupee untuk sektor kesehatan, sedikit naik dari alokasi yang dianggarkan tahun lalu karena pemerintah saat itu sedang berupaya menerapkan skema penyediaan asuransi kesehatan untuk jutaan orang.

Berita Terkait :  OJK Tegaskan, Analisis Kondisi Perbankan Akibat Korona "Hoax"

Beberapa ekonom mengatakan, ketegangan perdagangan global dan mewabahnya virus Corona di China telah menimbulkan risiko baru bagi pemulihan ekonomi dengan memukul perdagangan lintas batas dan rantai pasokan.

“Pemulihan ekonomi kemungkinan akan lambat dan dangkal meskipun langkah-langkah baru-baru ini untuk meningkatkan investasi,” kata Anagha Deodhar, seorang ekonom di ICICI Securities.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan