Tiga Negara dengan Kenerja Pasar Saham Terbaik di Eropa

(Foto : CNBC)

Berita Baru, Internasional – Yunani, Rusia dan Italia telah menjadi negara dengan kinerja pasar saham terbaik di Eropa pada 2019. Capaian itu diraih saat pata pasar saham dunia penuh ketidakpastian politik dan ekonomi.

Dilansir dari CNBC, Selasa (31/12), hal itu sebagaimana disampaikan oleh Direktur Investasi AJ Dell (platform investasi Inggris), Russ Mold. Katanya, “pasar (saham) ini terlalu berbahaya, tidak stabil scara politik, bergantung pada komoditas dan lemah secara ekonomi atau kombinasi anatara keempatnya.”

Yunani

Namun begitu, 2019 terbukti sangat baik untuk saham bank-bank Yunani. Piraeus bank naik lebih dari 250%, National Bank of Greece melonjak 171%; sementara saham Alpha Bank meningkat 71% dan Eurobank tumbuh 67%.

“Yunani mengakhiri kontrol modal pada 2019 dengan memperkenalkan ‘Hercules,’ sebuah program yang bertujuan agar pemberi pinjaman mengemas kembali kredit yang macet,” kata Mold.

Adapun, ahli strategi pasar global di JP Morgan Asset Management, Mike Bell mengatakan kepada CNBC bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) juga membantu Yunani. Putaran baru pelonggaran kuantitatif (QE) di zona euro mengurangi biaya pinjaman cukup besar.

Pada saat yang sama, ia juga menambahkan bahwa Yunani cukup stabil di tahun 2019 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Terutama pada puncaknya, krisis utang negara.

Rusia

Indeks utama Moskow naik 29% pada tahun 2019 dan ditandai dengan pelonggaran fiskal.

“Rusia naik dari resesi, dibantu oleh penurunan suku bunga dan kebijakan yang dibuat oleh kepala bank sentralnya, Elvira Nabiullina,” kata Mold.

Menurut IMF, bank sentral Rusia memang mengumumkan pemotongan suku bunga yang signifikan sejak Juni. Pada bula Desember, Bank of Russia mengumumkan pemotongan suku bunga menjadi 6,25% per tahun.

Italia

Di Roma, meskipun ada perbedaan dengan Brussels FTSE, MIB Italia naik 28% pada tahun 2019.

“Banyak investor menyerah pada Eropa Barat, karena kekhawatiran Brexit, perang perdagangan, pemerintah koalisi yang lemah dan meningkatnya hutang. Sementara Bank Sentral Eropa tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan (menekan) inflasi yang saat ini sangat dibutuhkan,” kata  Mold menutup.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini