Tidur Nyenyak dan Teratur Dapat Mengurangi Resiko Penyakit Jantung Hingga 40%

-

Beritabaru.co, Inggris – Studi mengungkapkan, tidur nyenyak secara teratur ternyata dapat meminimalisir risiko gagal jantung hingga lebih dari 40 persen

Dilansir dari Dailymail.co.uk, yang secara teratur dan nyenyak ditambah rutinitas malam hari yang sehat, dapat memiliki risiko lebih rendah mengalami gagal jantung dibandingkan mereka yang mengalami susah tidur.

Sebuah penelitian terhadap lebih dari 400.000 warga Inggris, telah mengungkapkan bahwa orang dewasa dengan pola tidur terbaik mengurangi 42% resiko penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang memiliki pola tidur tidak sehat.

Temuan ini juga menjelaskan faktor-faktor lain seperti usia, genetika, dan adanya kondisi seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas.

Ada sekitar 7,4 juta orang hidup dengan penyakit jantung dan peredaran darah di Inggris, lebih dari dua kali lipat jumlah individu dengan kanker dan Alzheimer.

Akademisi dari Tulane University di New Orleans mengambil data dari UK Biobank dan memberikan penilaian kepada peserta tanpa nama berdasarkan data tidur sehari-hari yang mereka kirimkan.

Hal ini juga dibandingkan dengan riwayat kesehatan jantung mereka selama sepuluh tahun. Kemudian data mengungkapkan hubungan antara keduanya.

Penilaian skor tidur, didasarkan pada lima perilaku: durasi tidur, insomnia, mendengkur, apakah mereka selalu tidur diawal atau selalu tidur larut malam hingga apakah mereka menderita kantuk di siang hari.

Temuan tersebut menambah bukti yang muncul bahwa masalah tidur mungkin berperan dalam perkembangan gagal jantung.

Profesor Lu Qi dari Universitas Tulane mengatakan: “Skor tidur sehat yang kami buat didasarkan pada penilaian dari lima perilaku tidur ini” Pada Senin (16/11)

“Temuan kami menyoroti pentingnya untuk memperbaiki pola tidur secara keseluruhan untuk membantu mencegah gagal jantung” tambah Professor Lu.

Analisis data dan kuesioner digunakan untuk menguji hubungan antara pola tidur sehat dan gagal jantung pada sampel individu.

Para peneliti menganalisis data dari 408.802 orang yang berusia 37 hingga 73 tahun yang direkrut antara tahun 2006 dan 2010.

Selama periode 10 tahun, mereka mencatat 5.221 kasus gagal jantung. Kuesioner juga digunakan untuk menghitung skor, kualitas, dan pola tidur.

Para peneliti menemukan orang dengan pola tidur terbaik secara keseluruhan 42 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gagal jantung.

Juga mereka yang melaporkan tidak mengalami kantuk saat siang hari, 34 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menderita gagal jantung.

Orang yang bangun pagi memiliki risiko gagal jantung 8 persen lebih rendah. Orang yang menikmati tidur tujuh hingga delapan jam semalam juga memiliki risiko 12 persen lebih rendah.

Temuan lain berupa, tidak mengalami insomnia juga dikaitkan dengan penurunan 17 persen risiko gagal jantung,

Gagal jantung mempengaruhi lebih dari 26 juta orang di seluruh dunia dan jumlahnya diperkirakan akan meningkat di antara populasi usia senja seperti di Inggris.

Tidur nyenyak telah dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan mental dan fisik, termasuk jantung yang sehat dan sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Sementara NHS merekomendasikan orang dewasa tidur antara enam hingga sembilan jam semalam, meskipun setidaknya 20 persen dari populasi mengalami susah untuk tidur.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments