Tidak Usah Panik, Pemerintah Pastikan Ketersediaan Sembako dan Obat

Berita Baru, Jakarta –  Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan tidak perlu panik karena ketersediaan sembako, obat-obatan, dan lainnya.

Saat ini, Menko menuturkan pemerintah telah menyiapkan semuanya.

“Komunikasi dengan asosiasi-asosiasi, baik Hippindo maupun Aprindo/asosiasi ritel, barang-barang di supermarket akan tersedia. Jadi kita tidak perlu untuk membeli dalam jumlah yang banyak. Dan juga posisinya cukup tersedia, cukup aman sehingga perlu dibeli secukupnya saja,” ujar Menko Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Selasa (03/3).

Airlangga menyebutkan bahwa pemerintah selalu menjaga kestabilan distribusi barang dan ketersediaan sembako. Hal ini juga menjadi arahan Presiden Jokowi.

“Arahan Bapak Presiden bahwa distribusi barang diutamakan, baik itu barang yang berasal dari dalam negeri maupun yang perlu diimpor, apa lagi tentu kita juga mempersiapkan diri untuk menjelang nanti bulan puasa nanti,” tambahnya.

Selain itu, Airlangga meminta bagi pedagang masker jangan mengambil kesempatan dan mematok harga yang berlebihan. Menko juga menghimbai bagi yang tidak sakit tidak perlu memakai masker.

Berita Terkait :  Kirab Budaya Wali Songo HUT Pemkab Gresik ke 46 Ditunda, Peserta Mengaku Kecewa

“Bagi mereka yang tidak sakit ya sebaiknya kita tidak perlu pakai masker, jadi hanya yang sakit saja yang pakai masker sehingga tidak meningkatkan kepanikan juga dan kedua juga menimbulkan kekhawatiran kepada masyarakat sekitar, sehingga tentu bagi yang tidak sehat ya tentu lebih baik beristirahat. Menteri Kesehatan akan membuat protokol termasuk di kantor-kantor pemerintahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menko menuturkan pemerintah sudah berkomunikasi dengan Hippindo dan Aprindo agar terus memastikan ketersediaan barang.

“Jadi harapannya tentu tadi, kemarin kami sudah berkomunikasi dengan hippindo dan Aprindo sediakan terus barangnya,” imbuh Menko Perekonomian.

“Pemerintah menjamin bahwa barang itu ada. Jadi itu terus diisi oleh masing-masing supermarket,” imbuhnya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan