Berita

 Network

 Partner

Teten Sebut Vaksinasi Bisa Tingkatkan Omzet Pelaku UMKM

Teten Sebut Vaksinasi Bisa Tingkatkan Omzet Pelaku UMKM

Berita Baru, Jakarta – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki menyebutkan, bahwa vaksinasi Covid-19 dapat meningkatkan omzet para pelaku usaha yang terkena imbas dari pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Teten dalam peresmian sentra vaksinasi di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Senin, 7 Juni 2021.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini diselenggarakan oleh Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kita optimis ekonomi bisa pulih dan confidence untuk melakukan kegiatan usaha, setelah vaksinasi. Saya yakin setelah vaksinasi dilakukan, omzet UMKM akan meningkat,” kata Teten dikutip kanal YouTube HIPPINDO.

Sentra vaksinasi dibuka selama 45 hari dan menargetkan 150.000 pekerja ritel, seperti pelaku usaha, UMKM, SPG, delivery service, driver, warehouse supplier, hingga salon mendapatkan vaksinasi Covid-19 lengkap. 

Menurut Teten, turunnya omzet pelaku usaha terutama UMKM di tengah pandemi Covid-19 ini disebabkan oleh vaksinasi yang kurang optimal. Oleh sebab itu, dengan mempercepat vaksinasi, diharapkan UMKM dapat pulih dan konsumen merasa aman saat berbelanja. 

“Kita harapkan, vaksinasi pelaku usaha retail ini bisa meningkatkan omzet UMKM, dan konsumen tidak ragu berbelanja karena baik SPG-nya dan pembelinya sudah merasa aman, namun protokol Kesehatan tetap harus dijaga,” ujar Teten.

Sementara itu, Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengungkapkan, sentra vaksinasi akan dibuka selama 45 hari, dan untuk vaksinasi kedua akan dilakukan pada bulan September 2021. 

Budihardjo menambahkan, adapun pembagian vaksinasi yakni 40 persen karyawan Hippindo, dan 60 persen untuk UKM dan supplier UKM. Ia melanjutkan, sebelum pandemi omzet ritel berada pada kisaran Rp 600 triliun. Sedangkan, saat ini turun hingga 50 persen. 

“Kita mendapat target dari Pemprov DKI sebesar 150.000 orang, dengan 40 persennya karyawan HIPPINDO, dan 60 persennya UKM dan supplier UKM. Kalau sebelum Covid-19 (omzet rata-rata retail) di Rp 600 triliun, dengan turun 50 persen, vaksin ini diharapkan dapat meningkatkan (omzet) 80 persen dan bisa kembali seperti semula,” ujar Budiharjo.

Berita Terkait :  Pakar Hukum Tata Negara beri Rekomendasi dalam KNHTN Ke-6