Terima Kunjungan Panglima TNI, Kiai Said: NU Selalu Siap Menjaga NKRI

Panglima TNI
Penyerahan kenang-kenangan dari PBNU kepada Panglima TNI. (SerikatNews)

Jakarta. – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Senin (5/8/2019). Panglima TNI tersebut diterima langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj beserta jajaran.

Pada kesempatan itu, selain bersilaturahmi, keduanya membicarakan pentingnya persatuan bangsa, utamanya peran ormas keagamaan.

“Hari ini saya silaturahmi, sekalian Lebaran karena saya belum ketemu (Kiai Said). Agenda yang dibahas, kita bicara terkait pentingnya menjaga persatuan bangsa, dari seluruh komponen. Tugas saya untuk merekatkan seluruh komponen bangsa tersebut,” kata Marsekal Hadi usai pertemuan tersebut di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Marsekal Hadi mengatakan, pada pertemuan tersebut banyak berbicara tentang bagaimana TNI dan PBNU ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Setelah berbincang-bincang dengan ketua umum (Ketum) PBNU dan anggota, Panglima TNI menyebut bahwa membela negara adalah bagian dari iman seorang Muslim.

Dalam kaitannya dengan warga Nahdliyin dan bela negara, Marsekal Hadi mengaku telah menjadi anggota Hubbul Wathan. Oleh karena itu, membela negara adalah suatu keniscayaan baginya.

Berita Terkait :  KPA: Omnibus Law Belum Disahkan Saja Perampasan Tanah Begitu Marak

“Saya sudah masuk keanggotaan Hubbul Wathan. Jadi otomatis itu (menjaga persatuan dan kesatuan bangsa) bagian dari tugas pokok, Hubbul Wathan Minal Iman,” ujarnya.

Dikutip dari serikatnews, Kiai Said mengatakan bahwa negara harus bergandengan tangan dengan kekuatan masyarakat madani (civil society). Menurutnya, Indonesia beruntung memiliki struktur masyarakat yang jelas dan agamis. Sebagai contoh dalam konteks keislaman, Indonesia memiliki Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan ormas-ormas Islam lainnya.

Adanya NU, Muhammadiyah, dan lain-lainnya merupakan kebesaran dan kelebihan bangsa Indonesia. Kiai Said menyebut bahwa hal tersebut membedakan Indonesia dengan negara-negara di Timur Tengah, yang memiliki karakteristik struktur sosial tersendiri.

“Kita punya struktur sosial sebagai pilar kekuatan civil society yang akan bersama TNI dan Polri dan semua komponen untuk menjaga keutuhan keselamatan bangsa ini,” kata Kiai Said.

Menurut Kiai Said, menjaga bangsa tidak hanya melalui kekuatan senjata atau ekonomi. Kekuatan budaya juga mesti diberdayakan oleh semua elemen bangsa. Sejarah membuktikan, NU bersama TNI sejak dahulu menjaga dan mengawal empat pilar kebangsaan.

Berita Terkait :  Ridho Hafiedz Dukung Program 'Kado Lebaran untuk Guru Ngaji'

“Kita selalu siap, NU dengan segala komponennya dari pemudanya, ulamanya, pelajarnya, mahasiswanya, ahli tarekatnya semua siap menjaga untuk mengawal NKRI dari ideologi yang masuk dari asing,” tutupnya. [Ilyas/SerikatNews]

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan