Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara kepada warganya dalam sebuah video yang ia unggah pada Sabtu (26/2) pagi dari luar kantor kepresidenannya. Foto: Twitter Zelensky.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara kepada warganya dalam sebuah video yang ia unggah pada Sabtu (26/2) pagi dari luar kantor kepresidenannya. Foto: Twitter Zelensky.

Tepis Isu Melarikan Diri, Zelensky Merekam Video Dirinya Berjalan di Sekitar Keiv

Berita Baru, Kiev – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tepis isu melarikan diri dengan berbicara kepada warganya dalam sebuah video yang ia unggah pada Sabtu (26/2) pagi dari luar kantor kepresidenannya pasca mengalami pertempuran sengit di sekitar Kiev dan beberapa kota di Ukraina pada Jumat (25/2) malam,

“Saya di sini. Kami tidak akan menurunkan senjata. Kami akan membela negara kami,” kata Presiden Zelensky dalam video yang ia unggah di Twitter resminya.

Keberadaan video tersebut menepis kabar yang beredar bahwa ia melarikan diri dari Ukraina di tengah invasi Rusia.

“Ini adalah tanah kami. Ini adalah negara kita. Ini adalah anak-anak kita. Dan itu semua akan kami pertahankan,” imbuhnya.

Sementara itu, Mykhailo Podolyak, seorang penasihat di pemerintahan Zelensky, mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa “sampai pagi ini, kami memiliki lebih dari 3.500 orang Rusia yang terbunuh dan hanya di bawah 200 tahanan yang ditangkap.”

Membanggakan bahwa situasi di kota Kyiv dan wilayah lain “100 persen dikendalikan,” Podolyak mengatakan bahwa ibu kota negara itu dalam menghadapi serangan semalam menunjukkan bahwa Federasi Rusia “tidak memiliki peluang” untuk menang.

Podolyak berbicara setelah pejabat Ukraina semalam mengklaim telah menjatuhkan beberapa pesawat Rusia, termasuk pesawat angkut Ilyushin-76 yang membawa pasukan terjun payung di dekat Kyiv.

Klaim militer Rusia dan Ukraina tidak dapat diverifikasi secara independen.

Menunjuk perlawanan sengit yang dihadapi pasukan Rusia di Ukraina, Podolyak menambahkan:

“Bahkan jika ada proses negosiasi, dan perang apa pun berakhir dengan proses negosiasi, saya pikir posisi dalam proses negosiasi ini akan sangat berbeda. Ini akan menjadi posisi yang akan didikte oleh Ukraina.”

“Setelah peristiwa hari-hari terakhir, terutama malam ini, jelas siapa siapa, siapa yang memiliki kekuatan apa dan bagaimana peristiwa itu akan berkembang lebih lanjut,” tambahnya.