Tanggapi Situasi di Myanmar, KTT ASEAN di Jakarta Hasilkan 5 Konsensus

-

Berita Baru, Internasional – Pada hari Jumat (24/4), telah diselenggarakan ASEAN Leaders’s Meeting (KTT) di Jakarta, Indonesia, yang diketuai oleh Yang Mulia Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah, Sultan dari Brunei Darussalam.

Selain berupaya untuk membangun upaya kolektif dalam pemulihan pandemi Covid-19, pertemuan tersebut juga menyinggung masalah-masalah mendesak terkait kepentingan bersama bagi semua negara anggota ASEAN.

Menurut pernyataan tertulis yang diterbitkan dalam press rilis pada Jumat (24/4), terdapat rumusan mengenai tanggapan negara-negara anggota ASEAN terkait situasi yang terjadi di Myanmar sejak kudeta oleh militer pada 1 Februari 2021.

Berita Terkait :  Situasi Mencekam, Dubes RI Minta WNI Segera Tinggalkan Myanmar

“Kami lebih jauh menggarisbawahi pentingnya upaya untuk mengatasi akar penyebab situasi di Negara Bagian Rakhine,” kata pernyataan tersebut.

Berita Terkait :  Berhenti di Senat, Keluarga George Floyd Desak Biden Sahkan RUU Reformasi Kepolisian

Menanggapi isu konflik yang terjadi di Myanmar, pertemuan tersebut menghasilkan konsensus yang terdiri dari lima poin sebagai berikut:

  1. Kekerasan harus segera dihentikan di Myanmar dan semua pihak harus menahan diri sepenuhnya.
  2. Membangun dialog konstruktif semua pihak terkait untuk mulai mencari solusi damai untuk kepentingan rakyat.
  3. Utusan khusus Ketua ASEAN akan memfasilitasi mediasi proses dialog, dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN.
  4. ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre.
  5. Utusan khusus dan delegasi akan mengunjungi Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak terkait.
Berita Terkait :  Khawatir Merusak Citra, Imam Besar Al-Azhar Menolak Menyatakan Ikhwanul Muslimin Sebagai Kelompok Teroris

Sejak pengambilalihan kekuasaan oleh militer dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang memenangkan Aung San Suu Kyi pada pemilihan umum, gelombang aksi terus bergulir di seluruh kota di Myanmar. Setidaknya 700 orang tewas akibat tindak brutal militer dan ribuan lainnya ditahan.

Berita Terkait :  Inggris Pertimbangkan Peran China dalam Energi Nuklir

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  ASPI Sebut China Hancurkan 16.000 Masjid di Xinjiang, China: Itu Hanya Rumor Fitnah

TERBARU