Berita

 Network

 Partner

Tanggapan PCNU Gresik Soal Fatwa Haram Game Online Domino Island

Tanggapan PCNU Gresik Soal Fatwa Haram Game Online Domino Island

Berita Baru, Gresik – Maraknya game online yang saat ini banyak digemari kalangan remaja hingga dewasa di Indonesia kembali menuai sorotan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gresik dalam waktu dekat akan mengkaji terkait hukum boleh dan tidaknya game online khususnya higgs domino island.

Pro dan kontra persoalan game online higgs domino island mencuat karena permainan tersebut dianggap judi. Atau menjadi sarana judi bagi para pemainnya. Meski demikian, unsur judi dalam game higgs domino hanya pada taruhan atau terkait jual beli chips.

Ketua PCNU Gresik, KH. Chusnan Ali berpendapat, semua permainan yang ada unsur judi tidak diperbolehkan atau hukumnya haram. Namun jika tidak ada unsur judi, atau hanya sebatas mengasah otak maka tidak apa-apa. 

Berita Terkait :  Universitas Muhammadiyah Gresik Perpanjang Kuliah Daring

“Yang tidak boleh itu permainan yang ada unsur judi di dalamnya tidak boleh. Namun semua permainan kalau ada unsur judi tidak boleh seperti permainan sepakbola kalau ada unsur judi pasti tidak boleh. Apalagi game online sekarang lagi marak dan ada unsur judi itu tidak boleh,” katanya.

Menurutnya, fatwa PCNU Surabaya tentang game online domino haram perlu dikaji ulang, sebab harus ada pematangan materi terlebih dahulu, seperti mendatangkan narasumber, acuan masalah dan tidak secara tiba-tiba memutuskan. 

“Perlu adanya kajian ulang mengenai permainan game online itu,” tegas Kiyai Chusnan kepada awak media, Rabu (6/10). 

Pematangan materi, kata dia, harus dengan kajian khusus mengenai ketetapan hukum melalui analisis dampak positif dan negatifnya.

Berita Terkait :  Kalah di PHI, Mantan Karyawan PT. Aluzindo Paduan Mulia Lakukan Kasasi

“Jadi perlu melalui analisis terlebih dahulu untuk memastikan bahwa game online itu haram yang didalamnya ada unsur judi,” terangnya.

Rencananya, kajian hukum tentang game online akan dibahas oleh Lembaga Bahsu Masail (LBM) NU Jawa Timur, bersamaan dengan momentum Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2021 yang akan datang.

“Insya Allah akan dibahas oleh Lembaga Bahsu Masail (LBM) NU Jawa Timur bertepatan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober mendatang,” tutup Kiyai Chusnan.