Berita

 Network

 Partner

Tangani Covid-19 di Gresik, Rusun Green Cerme Disulap Jadi Karantina Pekerjaan Migran

Tangani Covid-19 di Gresik, Rusun Green Cerme Disulap Jadi Karantina Pekerjaan Migran

Berita Baru, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik terus melakukan penanganan pemerataan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pasien Covid-19. Kali ini, Rumah Susun (Rusun) Perumahan Green Cerme yang berada di Dusun Karangan Desa Kambingan, Kecamatan Cerme disulap menjadu tempat transit (Karantina) bagi Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing, Sabtu (24/7).

Peresmian tempat inap para Migran tersebut itu ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Gresik Fandi Ahmad didampingi rombongan, dan Camat Cerme Suyono, Kapolsek Nur Amin, serta Kepala desa Kambingan Iskandar.

“Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim dan Sholawat Nabi Muhammad SAW. Allohumma Sholli ‘Ala Muhammad gedung ini saya resmikan menjadi tempat inap pekerja migran indonesia,” kata Bupati Gus Yani saat memotong pita sebagai tanda peresmian, Sabtu (23/7). 

Berita Terkait :  RS Darurat GOR Indoor GBT Surabaya Akan Beroperasi Jumat Besok

Usai peresmian, Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini selanjutnya melihat situasi lokasi serta kondisi para pekerja migran maupun mahasiswa asal Gresik yang telah tiba dengan selamat dalam kondisi sehat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak termasuk Kades, Rt, Rw dan managemen rusun yang telah memberikan fasilitas untuk karantina PMI atau mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri,” tukasnya.

Lebih lanjut, Bupati Gus Yani menjelaskan bahwa Rumah susun Green Cerme ini mampu menampung sampai sebanyak 162 orang. Ia pun memastikan saat ini seluruh pekerja migran yang tengah dikarantina dalam kondisi sehat. 

“Sebab sudah melalui berbagai screaning dan tahapan prosedur prokes yang berlaku, dan Alhamdulillah, tempatnya juga cukup layak,” pungkasnya.

Berita Terkait :  Warga Menganti Gresik Digegerkan Penemuan Bayi Dibuang di Tempat Sampah

Sementara salah satu mahasiswa asal Gresik yang kuliah di Taiwan dan sedang menjalani karantina, Nandia (Mahasiswa asal Gresik) menyampaikan rasa senang bisa tiba dengan selamat dan sehat, Ia juga puas dengan pelayanan dan fasilitas yang sangat memuaskan, lebih senang lagi segera bisa kembali berkumpul sama keluarga.

“erasa terharu karena tidak menyangka nyangka bisa bertemu Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, sungguh kaget ungkapnya sambil tersenyum bahagia,” ucapnya.

Di lokasi karantina juga siaga tenaga kesehatan (Nakes) dari 3 UPT Puskesmas yakni Cerme, Dadap kuning dan Kepatihan.