Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Taliban Mulai Duduki Kota-Kota Besar Afghanistan, AS dan Inggris Kirim Ribuan Pasukan untuk Evakuasi Staf Kedutaan
Juru bicara Pentagon John Kirby berbicara selama pengarahan di Pentagon di Washington, Kamis, 12 Agustus 2021. Foto AP/Andrew Harnik.

Taliban Mulai Duduki Kota-Kota Besar Afghanistan, AS dan Inggris Kirim Ribuan Pasukan untuk Evakuasi Staf Kedutaan



Berita Baru, Washington – Pada hari Kamis (12/8), Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengirim sekitar 3.000 tentara AS ke Afghanistan sebagai bagian dari upaya untuk membantu keberangkatan diplomat dan warga sipil Amerika lainnya di negara itu.

Pengungkapan itu diumumkan oleh juru bicara Pentagon Laksamana John Kirby, yang juga memberi tahu wartawan bahwa pasukan tambahan akan berada di atas 650 tentara AS yang sudah ditempatkan di Afghanistan.

Kirby menjelaskan bahwa 3.000 tentara akan dikerahkan ke Bandara Internasional Hamid Karzai selama “beberapa hari ke depan.”

Ia juga mengatakan bahwa pasukan cadangan yang terdiri dari 3.500 hingga 4.000 pasukan akan keluar dari Kuwait. Pasukan yang diperintahkan ke Kuwait akan ditarik dari tim tempur yang berbasis di Fort Bragg Carolina Utara.

“Ini tentang persiapan yang bijaksana,” Kirby menggarisbawahi ketika ditanya tentang jumlah pasukan yang tinggi. “Kami percaya itu sesuai dengan situasi keamanan.”

Kirby melanjutkan untuk menjelaskan bahwa para pejabat juga mengantisipasi kemungkinan melakukan tindakan pengangkutan udara untuk mempercepat prosedur penarikan para diplomat yag ada di Afghanistan.

Ketika ditanya apakah bandara Kabul akan digunakan sebagai markas untuk melancarkan serangan udara, Kirby menolak gagasan tersebut.

“Tidak ada perencanaan dan diskusi untuk menggunakan Bandara Internasional Hamid Karzai sebagai pangkalan untuk melakukan serangan udara di dan sekitar Afghanistan,” tekannya.

Lebih lanjut, Kirby merinci bahwa tidak ada rencana saat ini untuk melanggar batas waktu Agustus.

“Pencairannya sendiri masih on track hingga 31 Agustus mendatang,” tegasnya.

Pernyataan Kirby datang beberapa saat setelah Ned Price, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, mengkonfirmasi kepada wartawan bahwa staf di kedutaan AS akan ditarik.

“Ini bukan evakuasi penuh,” katanya dan menggarisbawahi bahwa kedutaan AS akan tetap buka di lokasinya saat ini.

Ia juga menekankan bahwa prosedur keberangkatan sama sekali tidak menunjukkan bahwa AS “meninggalkan” Afghanistan di tengah meningkatnya serangan Taliban di kota-kota besar di Afghanistan.

Selain pasukan AS yang dikirim ke wilayah tersebut, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace juga mengungkapkan pada hari yang sama bahwa pemerintah Inggris akan mengirimkan sekitar 600 tentara ke Afghanistan untuk membantu dalam prosedur evakuasi.

Perkembangan terakhir datang menyusul kabar bahwa Taliban telah menguasai 11 dari 34 ibu kota provinsi Afghanistan. Bahkan, Kamis pagi, pasukan militan menyatakan bahwa mereka telah merebut markas polisi Herat setelah melawan pasukan keamanan Afghanistan.