Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Taliban Menyatakan Dukungannya untuk Trump, Berharap Kehadiran Militer Amerika di Afghanistan Segera Berakhir

Taliban Menyatakan Dukungannya untuk Trump, Berharap Kehadiran Militer Amerika di Afghanistan Segera Berakhir

Berita Baru, Internasional – Taliban menyatakan dukungannya terhadap Presiden AS, Donald Trump, pada perhelatan politiknya melawan Joe Biden. Kelompok militan yang berbasis di Afghanistan ini mengatakan bahwa mereka berharap Trump dapat menjadi Presiden AS untuk kedua kalinya agar kehadiran militer Amerika di negaranya segera berakhir.

“Kami berharap dia akan memenangkan pemilihan dan mengakhiri kehadiran militer AS di Afghanistan,” juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid menjelaskan.

Pemimpin senior Taliban lainnya bahkan menyatakan keprihatinan serius terhadap kesehatan presiden. Ini menyusul berita tentang diagnosisnya Trump terpapar virus Corona.

“Ketika kami mendengar tentang Trump positif COVID-19, kami mengkhawatirkan kesehatannya, tetapi tampaknya dia semakin membaik,” kata pemimpin senior itu kepada CBS News seperti dikutip laman Jerusalem Post.

Dukungan yang ditunjukkan oleh Taliban datang ketika Trump telah menyatakan keinginan untuk mengurangi kehadiran militer AS di negara itu setelah 19 tahun. Pada saat ini jumlah pasukan AS di Afghanistan mencapai 5.000 orang. Penasihat keamanan nasional Robert O’Brien berjanji jumlahnya akan turun 50% pada awal 2021.

Namun, sebagian dari penarikan ini adalah bagian dari pakta yang ditandatangani antara pemerintahan Trump dan Taliban pada bulan Februari. Kala itu disepakati bahwa Taliban harus melepaskan diri dari kelompok teroris al-Qaeda dan berbagi kekuasaan dengan saingan mereka di pemerintah Afghanistan.

Kebijakan Trump oleh banyak komandan militer AS banyak ditentang. Mereka dapat menerima pengurangan jumlah pasukan di bawah 4.500 orang kecuali jika Taliban memutuskan hubungan mereka dengan pejabat al-Qaeda.

Namun yang mengejutkan, Taliban juga mendukung Trump untuk mottonya ‘American Fisrt’ (Amerika yang pertama). Ini karena mereka memandang bahwa itu adalah penyimpangan dari peran AS sebagai “polisi dunia” yang selalu dilakukan melalui kebijakan pemerintahan sebelumnya. Trump dianggap lebih jujur sebagai seorang pemimpin.

American First adalah slogan Trump yang sejak awal bahwa mereka bukan polisi untuk dunia dan tidak menginginkan satu bendera dan lagu kebangsaan untuk dunia, tetapi prioritas mereka adalah Amerika,” kata Mujahid kepada CBS News.

“Trump mungkin konyol bagi seluruh dunia,” seorang anggota senior Taliban menjelaskan kepada CBS News, “tetapi dia adalah orang yang waras dan bijak untuk Taliban.”

Meskipun unjuk rasa dukungan dari Taliban ini mengejutkan, untuk kampanye Trump tampaknya hal itu sama sekali tidak diinginkan. Pada hari Sabtu, juru bicara kampanye Trump Tim Murtaugh mengumumkan bahwa kampanye tersebut menolak dukungan dari kelompok teroris Afghanistan.

“Taliban harus tahu bahwa presiden akan selalu melindungi kepentingan Amerika dengan cara apa pun yang diperlukan,” Murtaugh menjelaskan dalam sebuah pernyataan kepada The Hill, menambahkan: “tidak seperti Joe Biden yang menentang menyingkirkan Osama bin Laden dan Qasem Soleimani.”

Taliban bukan satu-satunya entitas kontroversial yang mendukung presiden Republik petahana. Memang, Trump juga mendapat dukungan dari mantan pemimpin Klu Klux Klan David Duke, keponakan Osama bin Laden, dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.