Tak Kenal Keluh, Babeh Tire Mengais Rezeki dengan Teyan

Teyan
Babeh Tire, (Foto: Gerard/Beritabaru.co).

Berita Baru, Depok – Pinggiran kali di Kota Kembang, Grand Depok City menjadi saksi kala seorang pria bernama Tire mengistirahatkan lelahnya di tempat kopi kaki lima.

Babeh Tire biasa dipanggil, duduk sejenak menikmati segelas teh hangat sambil perlahan menggesek alat musik teyan miliknya.

“Sehari-harinya saya cuma keliling,” ungkap Babeh Tire yang mengenakan topi berwarna hitam itu, Kamis (24/09).

Diceritakan Babeh Tire, sebelum Indonesia dilaporkan terjangkit Corona Virus Disease (Covid-19) pertama melalui dua warga Depok, dirinya aktif mengikuti kegiatan di Sanggar Gong Sibolong, Tanah Baru.

Akibat terbentur aturan Pemerintah dimasa pandemi ini, Babeh Tire terpaksa harus mengais rezeki dari jalanan dengan cara mengayunkan alat musik teyan kesayangannya, sambil berharap simpati dari warga sekitar.

Senyum manis dengan kucuran keringat diwajahnya, mengisyaratkan Babeh Tire merupakan seorang yang tangguh dalam menjalani kehidupannya nan bervisi menjaga kelestarian budaya Betawi.

“Tadinya, sebelum ada wabah kaya gini, Saya aktif disanggar untuk melestarikan budaya Betawi,” terang Babeh Tire.

Berita Terkait :  PMII Sampang Ingatkan DPRD Harus Peduli Rakyat

Tak hanya itu, wajah lesunya berubah menjadi ceria kala bercerita tentang budaya Betawi, Babeh Tire juga menjelaskan soal alat musik khas Betawi yang mirip dengan biola itu.

“Bedanya biola itu ada empat senarnya, kalo ini cuma 2 senar,” serunya menjelaskan.

Babeh Tire mengisahkan, teyan adalah adik bungsu sedangkan sokong adalah kakak sulung dan konghayan sebagai anak tengah.

“Teyan, konghayan dan sokong itu sama cuma beda ukurannya aja,” sebut Babeh Tire.

Perbincangan asik disore itu terpaksa terselesaikan, saat mendengar adzan ashar berkumandang, Babeh Tire memilih mencari mushola untuk sholat daripada melanjutkan obrolan. (Gerard)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan