Tahanan Tiongkok Sisipkan Pesan di Kartu Natal

-

Berita Baru, Internasional – Tesco dikabarkan telah menangguhkan aktifitas produksi di sebuah pabrik di China karena diduga telah terjadi pemaksaan terhadap tahanan asing untuk membantu membuat kartu Natal.

Tuduhan itu terungkap setelah Sunday Times melaporkan bahwa Florence Widdicombe, seorang berusia enam tahun, dari Tooting, London selatan, membuka sekotak kartu Natal amal dari supermarket dan menemukan kata permohonan di dalam salah satu kartunya.

Pesan itu berbunyi: “Kami adalah tahanan asing di penjara Shanghai Qinqpu China. Dipaksa untuk bekerja di luar kehendak kita. Tolong bantu kami dan beri tahu organisasi hak asasi manusia. “

Hal tersebut mendesak ayah Florence untuk menghubungi Peter Humphrey, seorang mantan jurnalis yang menghabiskan 23 bulan dipenjara di penjara Qingpu. Humphrey kemudian mengungkap fakta dan menceritakan ke Sunday Times.

Berita Terkait :  1,15 Juta Warga AS Telah Menjalani Tes COVID-19, Indonesia Baru 7.193

Humphrey mengatakan bahwa dia menghubungi sesama mantan tahanan, salah satunya mengatakan bahwa setidaknya selama dua tahun di unit tahanan asing menjadi pendesain dan pengemas kartu Tesco, menyegel kotak-kotak dan memasukkannya ke dalam karton pengiriman. Dia mengatakan mereka juga terlibat dalam pengemasan label hadiah Tesco.

Berita Terkait :  Riset Terbaru: Manusia Melakukan Eksploitasi Alam dalam Skala yang Belum Pernah Tercatat Sebelumnya

Humphrey, yang dibebaskan dari penjara pada Juni 201, mengatakan bahwa selama waktunya di Qingpu ia juga melihat label produk lainnya.

Seorang juru bicara Tesco mengatakan: “Kami membenci penggunaan tenaga kerja penjara dan tidak akan pernah mengizinkannya dalam rantai pasokan kami. Kami dikejutkan oleh tuduhan ini dan segera menangguhkan pabrik tempat kartu-kartu ini diproduksi dan meluncurkan penyelidikan. Kami juga telah menarik kartu-kartu ini dari penjualan saat kami menyelidiki.”

Berita Terkait :  Perusahaan Inggris Kembangkan Inovasi Baru Daur Ulang Plastik

“Kami memiliki sistem audit yang komprehensif dan pemasok ini telah diaudit secara independen, bulan lalu tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka telah melanggar aturan kami yang melarang penggunaan tenaga kerja penjara. Jika pemasok melanggar aturan ini, kami akan segera dan secara permanen membatalkan daftar mereka.” Tegas salah satu pihak dari Tesco.

Berita Terkait :  Terminal Pulo Gebang Telah Berangkatkan 25 Ribu Penumpang

Catatan serupa dari tahanan Tiongkok telah dilaporkan pada 2017, Jessica Rigby, dari Braintree, Essex. Dia mengaku menemukan catatan tulisan tangan di kartu Natal yang terdapat di dalam kotak yang dibeli dari Sainsbury. Dalam tulisan itu berbunyi “Semoga Anda beruntung dan bahagia. Toko Produk Ketiga, Penjara Guangzhou, Distrik No. 6.”

Berita Terkait :  PCINU Tiongkok Menggelar Seminar dan Bedah Buku di PBNU Jakarta

Pada tahun 2014, Karen Wisínska dari Co Fermanagh, Irlandia Utara mengatakan, dia menemukan catatan di celana panjang Primark yang dia beli di Belfast yang diduga terjadi kerja paksa di dalamnya.

Penulis, yang mengaku sebagai narapidana di penjara Xiang Nan di provinsi Hubei, mengatakan: “Pekerjaan kami di dalam penjara adalah memproduksi pakaian mode untuk diekspor. Kami bekerja 15 jam per hari dan makanan yang kami makan bahkan tidak akan diberikan kepada anjing atau babi.”

Berita Terkait :  PBNU: Selamat Natal dan Tahun Baru

Amnesty International mengatakan bahwa kerja paksa masih terjadi di fasilitas penahanan Tiongkok.

Sumber : TheGuardian
Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments