Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Syaiful Huda Desak Kemendikbud Ristek Segera Umumkan Hasil Seleksi PPPK Guru P1
Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda (Foto: Istimewa)

Syaiful Huda Desak Kemendikbud Ristek Segera Umumkan Hasil Seleksi PPPK Guru P1



Berita Baru, Jakarta – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk segera mengumumkan hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru P1.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berpandangan Kemendikbud Ristek tidak harus menunggu pengolahan data hasil seleksi PPPK guru P2 hingga P4 selesai untuk mengumumkan hasil seleksi PPPK guru P1, karena akan memakan waktu yang lebih lama.

“Terlalu lama kalau harus menunggu P2 hingga P4 selesai. Guru P1 adalah prioritas pertama dalam seleksi PPPK 2022,” kata Syaiful Huda dalam keterangannya, sebagaimana dikutip dari literasinews.com, Minggu (19/2).

Menurutnya, para peserta seleksi yang masuk kategori prioritas satu atau P1 sudah seharusnya fasilitasi terlebih dahulu. Baru kemudian, ketika sudah mengantongi NIP PPPK, sembari berjalan pengolahan data P2 hingga P4 diproses.

“Kalau dipaksakan diumumkan P1 hingga P4 secara bersamaan malah lebih rumit, apalagi yang direkrut ini ratusan ribu guru,” terangnya.

Syaiful Huda kemudian mengingatkan pengalaman pahit pada seleksi PPPK 2021, karena cukup menimbulkan masalah. Hal itu dibuktikan dengan masih adanya PPPK guru 2021 yang belum mendapatkan SK sampai sekarang.

Oleh karena itu, Huda menyarankan agar sistem pengangkatan PPPK 2022 sebaiknya dilakukan bertahap. “Umumkan P1 dan langsung masuk pemberkasan NIP PPPK. Begitu P1 beres, beralih kepada P2, P3, dan P4. P1 itu datanya sudah ada. Berbeda dengan P2 sampai P3 yang menggunakan metode observasi. Itu perlu waktu panjang,” sambungnya.

Dia kembali mengingatkan pemerintah dalam hal ini Kemendikbud Ristek bahwa pengumuman hasil seleksi PPPK guru 2022 menjadi momentum yang sangat dinantikan guru honorer.

Syaiful Huda menekankan agar Kemendikbud Ristek tidak lagi memikirkan nasib guru honorer terutama P1 terkatung-katung tanpa jadwal pasti. Sekalipun dia memahami bagaimana rumitnya melakukan pengolahan hasil seleksi PPPK ini, karena itu pengumuman bertahap sebagai solusinya.

“Kasihan lho, ini sudah mau masuk pekan keempat, tetapi belum ada kepastian kapan diumumkan. Ingat, P1 itu sudah menunggu lebih dari satu tahun,” ucapnya.

Huda menegaskan Komisi X DPR RI tetap mengawal program satu juta PPPK guru ini. “Hanya, para guru honorer ini jangan sekadar disuruh tes, setelah lulus malah belum diangkat karena alasan anggaran tidak ada,” pungkas Syaiful Huda.