Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Survei dari Kedai Kopi Menunjukkan 35,1% Warga Jabodetabek Tetap Bekerja di Luar Rumah
Sumber foto: Tribun

Survei dari Kedai Kopi Menunjukkan 35,1% Warga Jabodetabek Tetap Bekerja di Luar Rumah



Berita Baru, Jakarta — Sebuah survei terkait menunjukkan bahwa 35,1% warga di daerah Jabodetabek masih tetap bekerja di luar rumah, meski sepekan terakhir, PSBB telah diberlakukan.

Daerah seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi sudah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tetapi, survei dari Lembaga Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia atau Kedai Kopi menunjukkan 35,1% warga Jabodetabek masih bekerja di luar rumah dalam sepekan terakhir ini.

Hal itu diterangkan oleh Direktur Eksekutif Kedai Kopi Kunto Adi Wibowo, melalu melalui konferensi video, Rabu (22/4) bahwa tim surveinya mendapat 35,1% jawaban terkait mereka yang masih tetap bekerja di luar rumah.

Data tersebut diperoleh berdasarkan telesurvei Kedai Kopi terhadap 405 responden di Jabodetabek tanggal14-19 April 2020. Selebihnya, survei persepsi ini juga menerangkan bahwa sebanyak 60,7% warga Jabodetabek kini tetap bekerja di dalam rumah.

Demikian keterangan rinci yang diterima oleh Berita Baru terkait mereka yang bekerja di luar rumah:

  1. Kota Depok mencapai 48,5%
  2. Jakarta Utara sebanyak 48,5%
  3. Kabupaten Bogor sebanyak 45,2%
  4. Kabupaten Bekasi sebanyak 38,7%
  5. Jakarta Barat sebanyak 38,7%
  6. Kabupaten Tangerang sebesar 38,2%
  7. Tangerang Selatan 37,5%
  8. Jakarta Timur 31,3%
  9. Jakarta Selatan 30%
  10. Jakarta Pusat 24,1%
  11. Kota Bogor 23,3%
  12. Kota Bekasi 21,9%

Sementara itu, presentase terendah warga yang masih bekerja di luar rumah tercatat berada di Kota Tangerang dengan angka hanya sebesar 12,5%.

Selain itu, Kunto juga menerangkan bahwa hasil survei ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah dalam menerapkan PSBB dan bekerja di rumah masih belum sepenuhnya dipatuhi oleh warga Jabodetabek

Meskipun, pada dasarnya kebijakan itu sangat penting dalam memutus rantai penularan coronavirus yang hingga kini masih menjadi pandemi di Indonesia.

“Ternyata masih 35,1%. Saya kira, ini sudah lampu kuning tentang efektivitas PSBB,” tutup Kunto dalam melalui konferensi video tersebut.