Suara Perempuan di Parlemen

Foto: Istimewa

Berita Baru, Gorontalo – Kenapa perempuan berpolitik? Pertanyaan itu kerap kali terdengar. Tidak hanya bagi perempuan, tapi bagi seluruh elemen lapisan masyarakat.

Nihayatul Wafiroh, Ketua Dewan Pengurua Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo mengatakan, karena pengalaman perempuan itu berbeda dengan pengalaman laki-laki.

“Pengalaman empiris perempuan berbeda dengan laki-laki. Kepentingan perempuan berbeda dengan kepentingan laki-laki,” ungkap Nihayatul Wafiroh dalam video yang diunggah Facebook PKB Gorontalo, Senin (20/3/2021).

Anggota DPR RI itu mencontohkan, seorang perempuan menyusui membutuhkan tempat khusus. Sebab bagi perempuan menyusui adalah privasi, pengalaman demikian tidak dimiliki oleh laki-laki.

“Bagaimana bisa mengambil kebijakan yang baik dalam memanaj publik speech bagi ibu menyusui, apabila dalam prosesnya tidak ada perempuan yang mewakili diparlemen?” ungkapnya.

Ninik, sapaan akrab Nihaya juga membeberkan pengalaman perempuan yang lain, seperti kesiapan sistem reproduksi, dan sebagainya yang tidak bisa terwakilkan laki-laki. “Banyak hal yang bisa kita perjuangkan di situ (parlemen), karena pengalaman perempuan tidak bisa dititipkan kepada laki-laki,” imbuhnya.

Contoh lain, Nihaya mengungkapkan tentang cuti melahirkan yang selama ini hanya diperuntukkan kepada ibu-ibu, tidak menempatka laki-laki juga sebagai orang tua.

“Cuti melahirkan bukan hanya kepada perempuan, tapi pada laki-laki juga, karena urusan mengasuh anak bukan hanya tugas perempuan tapi juga urusan laki-laki” tegas DPR RI untuk Jawa Timur III, yang meliputi wilayah Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo. (MKR)

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini