Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Studi: Perlindungan Vaksin Lebih Cepat Berkurang pada Pasien Kanker

Studi: Perlindungan Vaksin Lebih Cepat Berkurang pada Pasien Kanker

Berita Baru, Inovasi – Sebuah penelitian besar megungkapkan jika dibandingkan dengan penggunaan pada populasi umum, suntikan Vaksin COVID-19 kurang efektif pada sebagian besar pasien kanker dan perlindungannya berkurang lebih cepat.

Dilansir dari Reuters, ketika varian Delta dari coronavirus dominan di Inggris, para peneliti melacak 377.194 orang dengan kanker dan lebih dari 28 juta orang tanpa keganasan.

Dalam laporan yang dimuat di The Lancet Oncology pada hari Senin lalu,peneliti memaparkansetelah dua dosis vaksin COVID-19 dari Pfizer/BioNTech atau AstraZeneca, efektivitas vaksin secara keseluruhan terhadap infeksi adalah 69,8% pada populasi umum dan hanya sedikit lebih rendah, yaitu 65,5 %, untuk pasien kanker.

Namun, tiga sampai enam bulan kemudian, efektivitas vaksin adalah 61,4% pada populasi umum tetapi turun menjadi 47% pada kelompok kanker.

“Vaksin itu 83,3% efektif melawan rawat inap terkait COVID dan 93,4% efektif melawan kematian pasien kanker, tetapi perlindungan ini juga berkurang dalam tiga hingga enam bulan,” kata para peneliti.

Efektivitas vaksin paling rendah dan berkurang paling cepat pada orang dengan limfoma atau leukemia.

Pada pasien kanker yang telah menerima kemoterapi atau radioterapi dalam 12 bulan terakhir, efektivitas vaksin lebih rendah dan berkurang lebih cepat daripada pasien kanker yang tidak menerima perawatan dalam satu tahun terakhir.

“Studi ini menyoroti pentingnya program booster vaksinasi dan akses cepat ke perawatan COVID-19 untuk orang yang menjalani perawatan kanker,” kata pemimpin studi Peter Johnson dari University of Southampton dalam sebuah pernyataan.