Sri Mulyani Sebut Daya Tahan Ekonomi Indonesia Jauh Lebih Baik

Daya Tahan Ekonomi Indonesia
Sri Mulyani Indrawati dalam sebuah wawancara dengan kantor berita CNBC, (Foto: dokumentasi pribadi IG @smindrawati)

Berita Baru, Jakarta – Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati dalam postingan di akun Instagram pribadinya, @smindrawati, menyampaikan daya tahan ekonomi Indonesia jauh lebih baik dari negara lain.

“Dalam wawancara saya dengan CNBC pada hari Jumat (28/8), saya jelaskan bahwa kontraksi ekonomi Indonesia sebesar -5,3% di kwartal II tahun 2020 merupakan kontraksi terdalam selama 10 tahun terakhir (rata-rata 5%). Namun jika dibandingkan dengan negara lain yang kontraksinya mencapai 2 digit maka daya tahan ekonomi Indonesia jauh lebih baik,” tulis Sri Mulyani merevew berita tentang pernyataannya di CNBC, Sabtu (29/08) dini hari.

Lebih lanjut, Srimulyani menjelaskan, daya tahan itu tidak lepas dari langkah pemerintah yang menggunakan semua instrumen fiskal yang tersedia, seperti bantuan subsidi bunga, penundaan cicilan, dan bantuan kredit modal kerja. ⁣

“Kebijakan bantuan pemulihan ekonomi melalui bantuan sosial, terutama bagi kalangan menengah ke bawah terbukti efektif dalam mencegah perekonomian Indonesia merosot lebih dalam lagi,” tambahnya.

Menurutnya, pemerintah juga fleksibel memperbaiki program bantuan yang disesuaikan dengan dinamika di lapangan, seperti yang baru diluncurkan bantuan Presiden kepada 9 juta UMKM, bantuan melalui skema BPJS ketenagakerjaan bagi pekerja yang pendapatannya di bawah Rp 5 juta.⁣

“Kuartal 3 ini merupakan masa titik balik yang menentukan bagi perekonomian Indonesia. Ayo tingkatkan aktivitas perekonomian dan bisnis dengan tetap mengutamakan aspek kesehatan publik,” pungkasnya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan