Sri Mulyani: Rp86,7 T APBN Tiap Tahun Untuk Perubahan Iklim

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Istimewa)

Berita Baru, Jakarta – Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani menegaskan komitmen pemerintah dalam rangka mengatasi dampak perubahan iklim.

Menurutnya, pada level global Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan upaya sendiri, dan 41 persen dengan dukungan internasional.

“Indonesia berkomitmen menangani isu perubahan iklim melalui penyampaian dokumen Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia kepada UNFCCC. Sedangkan di dalam negeri, komitmen tercermin pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024 yang memasukkan aspek perubahan iklim ke dalam prioritas nasional ke 6 (PN-6),” kata Sri Mulyani, dikutip dari akun instagram resminya @smindrawati pada Rabu (10/3).

Menteri Keuangan terbaik se-Asia tersebut juga menjelaskan bahwa peran APBN sangat penting dalam mendorong tranformasi pembangunan hijau di Indonesia.

“Yaitu sebagai katalisator pembangunan yang rendah karbon dan mendorong kapasitas pembiayaan perubahan iklim nasional” jelasnya.

Selain itu, secara spesifik Sri Mulyani juga mengungkapkan komitmen Kementerian Keuangan terhadap pengendalian perubahan iklim.

Dalam hal ini Sri Mulyani menegaskan komitmennya dalam bentuk kebijakan fiskal sebagai katalisator pembangunan rendah karbon, mendorong kapasitas pembiayaan perubahan iklim nasional, dan menyediakan berbagai fasilitas perpajakan.

Selain itu juga adanya alokasi anggaran khusus untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang berasal dari kementerian/lembaga.

“Anggaran belanja untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sebesar Rp86,7 triliun per tahunnya,” papar Sri Mulyani.

Anggaran tersebut, imbuh Sri Mulyani, 88,1 persen diantaranya telah dibelanjakan untuk membiayai green infrastructure atau infrastruktur hijau.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini