Berita

 Network

 Partner

Pegasus

Software Pengintai Pegasus kembali Memakan Korban

Berita Baru, Internasional – Perangkat lunak (software) pengintai Pegasus besutan perusahan Israel kembali memakan korban.

Kali ini yang menjadi sasaran peretasannya adalah Putri Haya dari Jordan, mantan istri Pimpinan Dubai Syekh Mohammed Al-Maktoum.  

Sebagaimana dilansir BBC, Kamis (7/10), akibat adanya peretasan ini Putri Haya mengaku bahwa dirinya merasa dihantui, bahkan diburu.

Tidak hanya itu, ponsel dua pengacara Putri Haya pun, Baroness Fiona Shackleton QC and Nick Manners, disusupi.

Pihak yang memberikan informasi terkait penemuan ini adalah Pengadilan Tinggi (The High Court).

“Ponsel mereka diretas ketika sedang proses mengurus hak asuh cerai,” ungkap Pengadilan Tinggi.  

Sementara itu, Syekh Al Maktoum sendiri menyangkal bahwa dirinya terlibat dalam  kasus peretasan tersebut.

Berita Terkait :  Pengadilan Berlin Larang Warganya Protes Anti-Lockdown, Terutama Pengunjuk Rasa Querdenker

“Tuduhan ini berdasarkan bukti yang Pengadilan tidak membukanya untuk saya, karenanya sebetulnya ini tidak adil,” kata Syekh.

Sampai sekarang data apa saja yang diambil termasuk apakah berhasil atau sebaliknya tidak bisa diketahui.

Bagaimana tidak, untuk sekadar menyadari bahwa suatu ponsel sedang diretas pun adalah hal yang sulit.

Ketika ponsel berhasil diretas menggunakan Pegasus buatan (Niv, Shalev, Omri) NSO Grup di atas, maka itu berarti pihak peretas memiliki seluruh akses pada ponsel.

Peretas tidak saja bisa melihat apa saja isi pesan dalam ponsel atau pun menelusuri foto dan video, tetapi ia bisa juga mengaktifkan kamera dan merekam tanpa pemilik ponsel mengetahuinya.

Berita Terkait :  Tertangkap Kamera Tidak Bermasker, Senator AS Diingatkan American Airlines

Penting untuk diketahui pula, Pegasus bisa menginfiltrasi ponsel hanya dengan membuat panggilan via WhatsApp, mengirim pesan ke ponsel, dan cara sederhana lainnya.