Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Foto: Vitaly Nevar/TASS
Foto: Vitaly Nevar/TASS

Soal Transit Kaliningrad, Rusia Tegas Akan Balas Tindakan Bermusuhan Lituania



Berita Baru, Moskow – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan Lithuania seharusnya menyadari akan menghadapi konsekuensi serius jika tetap membatasi transit kereta api barang ke wilayah eksklave Rusia Kaliningrad, Selasa (21/6).

“Mereka harus menyadari konsekuensinya, dan konsekuensinya akan mengikuti, sayangnya,” kata Maria Zakharova kepada saluran televisi Solovyov Live, dikutip dari kantor berita Rusia, TASS.

Jika Rusia menganggap sebuah negara memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai “bermusuhan secara terbuka,” tidak akan ada upaya untuk menemukan “formula” untuk meredakan situasi, kata Zakharova.

“Langkah-langkah seperti itu tidak dapat diterima, mereka akan memberikan tanggapan yang tepat,” kata diplomat itu.

Lithuania memberi tahu Kaliningrad bahwa transit beberapa barang dari Rusia ke wilayah tersebut akan dibatasi mulai 18 Juni karena sanksi UE, Gubernur Wilayah Kaliningrad Antron Alikhanov mengatakan pada 17 Juni.

Dia mengatakan langkah itu tidak sah karena melanggar perjanjian yang dibuat negara itu ketika bergabung dengan UE.

Andrey Klishas, ​​yang memimpin Komite Dewan Federasi Rusia untuk Legislasi Konstitusi dan Pembangunan Negara, mencap tindakan Lituania sebagai blokade dan mencatat bahwa ini dapat memaksa Rusia untuk membalas dengan tindakan yang sangat keras dan benar-benar sah.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan keputusan Lituania memerlukan tindakan serius. analisis berikut yang Rusia akan mengembangkan tindakan pembalasan.

Sementara itu, mantan mata-mata KGB yang sekarang menjadi sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev juga memberi peringatan bahwa Rusia akan menanggapi sedemikian rupa sehingga warga NATO dan anggota UE akan merasakan sakitnya.

“Rusia pasti akan menanggapi tindakan bermusuhan seperti itu,” kata Patrushev seperti dikutip oleh kantor berita negara RIA.

“Langkah-langkah yang tepat sedang dikerjakan dalam format antardepartemen dan akan diambil dalam waktu dekat,” katanya seperti dikutip.

“Konsekuensi mereka akan memiliki dampak negatif yang serius pada penduduk Lituania,” imbuhnya.

Kaliningrad, sebelumnya brnama pelabuhan Koenigsberg, ibu kota Prusia Timur, direbut dari Nazi Jerman oleh Tentara Merah pada April 1945 dan diserahkan ke Uni Soviet setelah Perang Dunia Kedua. Itu terjepit di antara anggota NATO Polandia dan Lithuania.

Lithuania mengatakan larangan transit barang-barang yang dikenai sanksi di seluruh wilayahnya hanyalah penerapan sanksi UE, bagian dari serangkaian tindakan yang dimaksudkan untuk menghukum Putin atas invasi ke Ukraina.