Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Johnny Depp Amber Heard
Yang mungkin terlewatkan dari persidangan Johnny Depp dan Amber Heard (Getty Images)

Sisi Lain Kemenangan Johnny Depp: Meme, Hingga Trauma Korban KDRT

Berita Baru, Entertainment – Aktor Johnny Depp akhirnya menang atas gugatan pelecehan nama baik yang ia layangkan terhadap mantan istrinya, aktris Amber Heard. Juri memutuskan Amber bertanggung jawab dan diharuskan membayar uang senilai 50 juta dolar. Putusan ini didapat setelah proses kurang lebih sebulan sejak gugatan itu dilayangkan.

Di balik kemeriahan kemenangan Johnny, sejumlah pengamat menggarisbawahi sisi lain dari persidangan dua bintang tersebut. Glenn, kepala eksekutif Koalisi Nasional Anti Kekerasan dalam Rumah Tangga, mengamati fenomena pengguna media sosial seperti TikTok dan Twitter yang menggunakan isu ini untuk membuat konten.

Johnny Depp Amber Heard
Meme terhadap Amber pada akhirnya justru berdampak juga terhadap penyintas KDRT (Brendan Smialowski/AP/Shutterstock)

Menurutnya, pengguna media sosial telah mengubah kesaksian Amber tentang dugaan pelecehan yang dia alami menjadi meme dan lelucon, sebagaimana dilansir dari NBC News. Hal ini bisa dilihat dari maraknya video dengan tagar seperti ‘AmberHeardIsALiar’ yang ditonton jutaan orang di media sosial

“Saya tak bisa membayangkan apa yang mungkin terjadi pada seseorang yang pada akhirnya mungkin ingin mencari keamanan dan dukungan,” ujar Glenn. Baik itu Amber atau Johnny, kita seharusnya tidak mengolok-olok dan meremehkan seseorang yang harus berbagi perihal pribadi di hadapan publik, tak peduli bagaimana perasaan kita terhadap orang itu.

Ketika influencer jadi ‘wartawan’

Kolumnis Taylor Lorenz menulis di Washington Post, semakin banyak orang beralih mendengarkan informasi yang dibuat oleh pembuat konten (content creator). Taylor secara khusus mengamati adanya misinformasi yang berpotensi berkembang dan memanfaatkan persidangan Johnny dan Amber untuk keuntungan ekonomi. Apalagi, mengingat kasus ini menjadi topik terkini dan akan mengundang lebih banyak penonton.

Marlon McLeod, pembuat konten berusia 20 tahun misalnya, mengatakan dia berencana untuk mengubah haluan kontennya untuk meliput lebih banyak berita. Sebuah video yang dia unggah berisi persidangan bintang tersebut mendapat lebih dari 34 juta penonton.

Marlon bahkan menyebutkan dirinya ingin menjadikan lamannya seperti outlet berita. “Sebelum [persidangan], akun saya mengunggah video pria secara acak, tetapi seiring bertambahnya akun saya, saya ingin lebih menyelami peristiwa-peristiwa yang [saya] laporkan pada mereka. Seperti outlet berita.”

Keresahan mengenai pemanfaatan persidangan ini juga disampaikan Caroline Framke, kritikus televisi yang menuliskan opininya di Variety. “Ini bukan tentang apakah Heard atau Depp tidak bersalah, atau tentang kebenaran pernikahan mereka. Ini bukan tentang bagaimana putusan tersebut akan membuat korban kekerasan dalam rumah tangga tidak bersuara di masa depan, meskipun itu tetap merupakan aspek yang sangat penting dan mengkhawatirkan yang patut mendapat perhatian dan pertimbangan ke depan. Ini, lebih tepatnya, tentang betapa mengganggunya tuduhan pelecehan menjadi umpan untuk spekulasi dan meme yang tak ada habisnya,” tulis Caroline.

Tak hanya mengamati tindakan pengguna media sosial, tapi juga bagaimana siaran langsung persidangan tersebut menjadikan sistem peradilan “tidak lebih dari hiburan.” Caroline juga mengkritisi izin terhadap kamera TV dalam persidangan yang sekarang ini begitu efektif untuk mempengaruhi ‘pengadilan publik’ daripada menjalankan fungsi jurnalisme.

Persidangan Johnny Depp, dan dampaknya pada korban KDRT

Tak hanya itu, bagi penyintas kekerasan domestik, menyaksikan ejekan yang dilemparkan pengguna media sosial kepada Amber telah membuka kembali luka emosional –terlepas dari bagaimana kebenaran yang terjadi dalam rumah tangga Amber dan Johnny.

Hal tersebut dibagikan oleh Twahna P. Harris, direktur eksekutif The Butterfly Society, sebuah kelompok advokasi yang menyediakan layanan bagi korban dan penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Bagi saya, [menyaksikan persidangan] ini membawa saya kembali ke masa lalu saya dulu,” ujar Twahna, dilansir dari NBC News.

Johnny Depp  Amber Heard
Johnny Depp saat memberikan kesaksian atas tuduhan kekerasan yang dilayangkan mantan istri, Amber Heard (Jim Watson/Pool via REUTERS)

“Dan itu yang terjadi. Kamu direviktimisasi lagi. Anda tidak dapat dipercaya, rupanya… itu membuat Anda marah, itu membuat Anda gusar. Sampai [nanti jika] Anda menjalaninya, Anda tidak akan pernah mengerti.”

Menurut Twahna, respon media sosial terhadap persidangan Johnny Depp dan Amber Heard “sangat menghina korban,” dan bagaikan “sebuah tamparan di wajah korban dan penyintas.”

Sementara itu, Amber dikabarkan akan merencanakan banding setelah kalah dalam persidangan pencemaran nama baik tersebut.