Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Film “Yuni” Tayang Perdana di Festival Film Toronto ke-46, Berikut Sinopsisnya

Film “Yuni” Tayang Perdana di Festival Film Toronto ke-46, Berikut Sinopsisnya



Berita Baru, Entertainment – Film “Yuni” berhasil menang sebagai kategori Platform di ajang Toronto International Film Festival (TIFF) ke-46. Film ini akan ditayangkan secara perdana di TIFF bersama tujuh film lainnya selama 9 hingga 18 September.  

Sederet nama besar ada di balik film ini. Kamila Andini dan Prima Rusdi menjadi sutradara dan penulis, bersama Ifa Isfansyah sebagai produser. Sebelumnya, Ifa dikenal lewat karya seperti “Quarantine Tales” (2020) dan “Sang Penari” (2011).

yuni kamila andini
Kamila Andini, sosok dibalik film ini (Instagram @kamilandini)

Kerja sama mereka pun melebar dengan melibatkan rumah produksi dari dalam negeri yakni Fourcolours Films, dan dari luar negeri yakni Akanga Film Asia Singapura serta Manny Films dari Perancis.

Film ini diramaikan oleh sejumlah pemeran muda seperti Dimas Aditya, Kevin Ardilova, dan Arawinda Kirana. Nama lain yang muncul dalam film ini adalah Marissa Anita, Asmara Abigail, Muhammad Khan, Neneng Risma, Nazla Thoyib, Anne Yasmine, Ayu Laksmi, Boah Sartika, Vania Aurell, Toto ST. Radik, Mian Tiara, dan Sekar Sari.

Berikut sinopsis “Yuni” yang mengangkat soal problem remaja perempuan.

Sinopsis “Yuni”

Seorang siswa SMA bernama Yuni (Arawinda Kirana) dikenal pintar di sekolah. Ia pun bermimpi melanjutkan pendidikan ke tahap yang lebih tinggi, yakni bangku perkuliahan.

Namun kenyataan tak semudah mimpi. Gadis itu berada dalam lingkungan yang masih kental dengan budaya ketimuran. Begitu lulus sekolah, orangtuanya meminta ia untuk segera menikah.

yuni
Poster film Yuni (Twitter @fourcolours)

Yuni menolak keras keputusan orangtua untuk menikahkannya. Ia telah menolak bahkan hingga lamaran dari pria asing. Penolakan itu menimbulkan gosip tak sedap yang berangkat dari mitos bahwa jika seorang perempuan menolak tiga lamaran, ia tidak akan menikah selamanya.

Hidupnya kian meruncing ketika datang pria ketiga yang melamarnya. Mana yang harus ia pilih? Mengejar mimpinya untuk kuliah, atau menikahi pria ketiga ini?