Sikap Direktur Jenderal WHO Setelah Ketemu Menlu dan Erick Thohir

Berita Baru, Jakarta – Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menyaampaikan terima kasih atas komitmen Indonesia dalam upaya-upaya menyelesaikan pandemi Covid-19.

Dalam cuitan akun twitter pribadinya @DrTedros ia mengatakan pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir berdiskusi terkait penanganan Covid-19.

“Saya berterima kasih kepada mereka berdua atas komitmen kuat mereka untuk mengakhiri pandemi bekerja sama dengan @WHO dan mitra multilateral,” ujar Tedros, Sabtu (17/10).

Tedros menyampaikan, dalam kesempatan tersebut dirinya juga membahas terkait ACT-Accelerator dan Fasilitas COVAX. Tedros menyebutkan bahwa ketika vaksin Covid-19 telah siap maka penyalurannya harus merata di semua negara.

“Saya berterima kasih kepada @Menlu_RI Retno Marsidi & Menteri BUMN @erickthohir untuk keanggotaan #Indonesia🇮🇩 di dalam Dewan Fasilitasi ACT-Accelerator untuk #COVID19.,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, Retno Marsudi mengaku juga membahas vaksin Covid-19 yang tengaj dikembangkan di Indonesia dan diberi nama ‘Vaksin Merah Putih’.

Berita Terkait :  Pesan Hari Raya Menkopolhukam Prof. Mahfud MD

“Kami juga memberikan update mengenai upaya para ahli Indonesia mengembangkan vaksin nasional kita, Vaksin Merah Putih. Kami juga menjelaskan mengenai rencana vaksinasi dan sepakat dengan WHO untuk terus melakukan koordinasi dan komunikasi, baik dalam persiapan maupun pelaksanaan vaksinasi,” ujar Retno dalam konferensi pers daring via Zoom, Jumat (16/10).

Selain dengan Tedros, Retno bertemu dengan petinggi Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI)-COVAX Facilities dan UNICEF.

“Pertemuan dalam konteks multilateral dilakukan di Jenewa, yaitu dengan CEO GAVI-COVAX Facilities Dr Seth Berkley, Dirjen WHO Dr Tedros Ghebreyesus, dan UNICEF. Tujuan dari berbagai pertemuan antara lain terus menjalin konsultasi dan komunikasi secara intensif dengan berbagai organisasi tersebut dalam pengelolaan COVID-19 dan kerja sama strategis lain,” ujar dia.

“Menyampaikan dukungan Indonesia terhadap multilateralisme, dan menyampaikan keinginan Indonesia untuk menjadi bagian dari COVAX AMC. Selain hal-hal tersebut di atas, beberapa hal yang kita bahas antara lain bahwa proses pengembangan vaksin merupakan proses yang rumit,” lanjut Retno.

Berita Terkait :  Erick Thohir Apresiasi Protokol Kesehatan di Bandara

Retno menyampaikan ada peluang ketidakpastian dalam pengembangan vaksin. Pasalnya, menurut Retno para ahli di berbagai negara masih berupaya mengembangkan vaksin yang aman dan efektif.

“Semua orang paham mengenai hal ini, bahwa selalu ada risiko dan ketidakpastian dalam proses pengembangannya. Para ahli dunia akan terus berupaya untuk mendapatkan vaksin secara tepat waktu, aman, dan efektif, serta adaptasi dan adjustment perlu terus dilakukan di tengah situasi yang sulit ini,” tutur Retno.

Retno melanjutkan Indonesia juga sedang berupaya mewujudkan komitmen terkait penyediaan vaksin Corona. Indonesia juga berupaya memiliki vaksin yang aman bagi kesehatan dan efektif.

“Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan upaya yang telah dilakukan untuk mengamankan komitmen penyediaan vaksin, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral serta selalu menekankan pentingnya keamanan dan efikasi dari vaksin tersebut,” pungkas Retno.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan