Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Berita Baru, Pasar Stasium Majalengka
Foto: Pikiran Rakyat

Siaran Pers: Pembukaan Gerakan Pasar Stasiun Majalaya Sehat Bersama

Berita Baru, Jakarta — Panitia gerakan Sehat pada hari Kamis (18/6) melakukan pembukaan Pasar Stasiun Majalaya Sehat Bersama. Bertempat di lokasi Pasar Stasiun Majalaya Kabupaten Bandung. Pembukaan yang berlangsung pada pukul 09.00 WIB, dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Bandung, H. Gun Gun Gunawan, S.Si, M.Si.

Sejak Pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, ruang publik jadi ancaman kesehatan masyarakat. Berbagai aktivitas masyarakat di ruang publik terpaksa dihentikan. Sekolah, pasar, pusat perbelanjaan dan ruang publik lainnya, terutama di daerah zona merah ditutup paksa pemerintah. Hal itu demi memutus penularan virus sehingga pandemi di Indonesia segera selesai.

Namun kebijakan semacam ini tidak bisa merata diberlakukan terutama di daerah. Masyarakat di daerah Kabupaten Bandung misalnya, masih menjadikan ruang publik sebagai satu-satunya sarana penghidupan mereka. Sehingga sejak diberlakukannya kebijakan bekerja, belajar, dan beraktivitas dari rumah, masyarakat tetap beraktivitas di ruang publik. Sebab jika tidak demikian, penghidupan mereka dapat terancam.

Ketika pemerintah pun akhirnya melakukan kebijakan normal baru atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sebagai upaya normalisasi ekonomi dengan syarat protokol yang ketat, masyarakat di daerah belum sepenuhnya sadar atas protokol kesehatan tersebut. Dikhawatirkan dinamika kehidupan masyarakat berlangsung seperti tanpa ancaman atas pandemi yang masih berlangsung. Akibatnya penyebaran virus makin meningkat dan lonjakan korban gelombang kedua terjadi.

Jika hal tersebut terjadi, mau tidak mau pemerintah akan melakukan penutupan total segala aktivitas dan hal tersebut makin merugikan ekonomi masyarakat. Lantas upaya apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi persoalan di atas?

Sehat Bersama merupakan gerakan bersama berbagai unsur masyarakat untuk mengantisipasi pandemi Covid-19 yang merugikan kesehatan dan penghidupan masyarakat. Gerakan ini bertujuan mengubah ruang publik dari statusnya sebagai ancaman penularan menjadi ruang edukasi kesehatan. Sehingga masyarakat yang terpaksa beraktivitas di ruang publik dapat terjaga melalui banyak edukasi yang diterapkan di dalamnya. Gerakan ini memiliki seruan #SehatkanIndonesia #IndonesiaSehatBersama.

Adapun program utama gerakan ini adalah mendorong berbagai pihak menciptakan ruang publik edukatif melalui pemasangan instalasi edukasi protokol kesehatan Covid-19 di berbagai titik ruang publik tersebut. Selain itu gerakan ini pun menghimpun dan mengkoordinasikan bantuan dari berbagai pihak, entah itu pemerintah dan swasta, untuk menyediakan infrastruktur dan suprastruktur edukasi yang diperlukan.

Gerakan ini memulai pengerjaan program pertamanya di Pasar Stasiun Majalaya, Kabupaten Bandung. Program pertama ini diberi judul Pasar Stasiun Sehat Bersama dengan slogan #SehatkanPasar. Program pertama ini akan memberi secara gratis masker, pelindung wajah, sarung tangan karet, hand sanitizer, dan penyemprot disinfektan uang kepada pedagang. Memasang papan edukasi di berbagai titik pasar dan sarana pencuci tangan. Selain itu, setiap pedagang yang siap menjalankan protokol kesehatan akan mendapat label Jongko Sehat terpampang di jongkonya.

Digagas pertama kali oleh Zulfa Nasrulloh (Inisiator Program) dan Sunsun Nugraha Tasdik (Ketua Karang Taruna Desa Majalaya), gerakan ini bekerja sama dengan PT. Family Sejati Tekstil, HTD Peduli, Pemerintah Kecamatan Majalaya, Desa Majalaya, Koramil dan Polsek Kecamatan Majalaya, Pengelola Pasar Stasiun Majalaya, Satgas Citarum Harum, dan berbagai organisasi pemuda lainnya di Majalaya. Wajah baru pasar ini rencananya akan dibuka oleh Wakil Bupati Kab. Bandung, H. Gun Gun Gunawan, S. Si., M. Si pada hari Kamis, 18 Juni 2020 di lokasi Pasar Stasiun Majalaya Sehat Bersama.

Ada 4 program utama yang diserukan di dalam program pertama ini:

  1. Jaga Diri, menginisiasi pedagang pasar untuk menggunakan masker, pelindung wajah, celemek, dan sarung tangan karet. Pembeli pun diarahkan untuk menggunakan masker saat memasuki pasar dan membiasakan diri mencuci tangan.
  2. Jaga Jarak, menginisiasi masyarakat untuk menjaga jarak aman minimal 1 meter saat bertransaksi di pasar, menghindari kerumunan, dan mengurangi kontak fisik dengan orang lain.
  3. Jaga Kebersihan Uang, menginisasi dan membiasakan pedagang untuk menyemprot uang hasil dagang setelah berdagang dengan disinfektan. Menginisiasi dan membiasakan pedagang dan pembeli untuk tidak memegang area wajah dan mencuci tangan setelah menyentuh uang.
  4. Jaga Bersama Pasar Kita, menginisiasi masyarakat untuk saling mengingatkan dan menjaga kebersihan serta kesehatan pasar. Sehingga upaya bersama ini berdampak baik bagi kelangsungan ekonomi di pasar tersebut.

Harapannya kegiatan ini akan berlanjut ke pasar-pasar lainnya di Kabupaten Bandung. Selain itu, program Sehat Bersama ini pun akan menyasar ruang publik lain semisal tempat ibadah, pusat keramaian, kafe, swalayan, dan sekolah. Pemberian label sehat pada tiap ruang publik tersebut diharapkan menjadi budaya baru yang meningkatkan kesadaran masyarakat pada kesehatan di tengah pembiasaan normal baru pandemi Covid-19.