Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Setelah Diskusi Panas, UE Akhirnya Sepakat Anggarkan Bantuan Ekonomi 860 Miliar Dolar
Perjanjian untuk dana pemulihan ekonomi bersama Uni Eropa adalah kemenangan bagi Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyusun garis besar awal proposal pada bulan Mei [20 Juli 2020: John Thys / Pool via Reuters]

Setelah Diskusi Panas, UE Akhirnya Sepakat Anggarkan Bantuan Ekonomi 860 Miliar Dolar



Berita Baru, Internasional – Pada hari Selasa subuh (21/7), Para pemimpin Uni Eropa akhirnya sepakat menyetujui rencana stilmulus besar-besaran untuk mengembalikan perekonomian yang loyo akibat pandemi virus korona setelah alot selama lima hari sebelumnya.

Menurut catatan, pertemuan para pemimpin UE ini mendekati rekor pertemuan terpanjang dalam sejarah UE, yaitu pertemuan tahun 2000 di kota Nice Prancis yang berlangsung selama lima hari pertemuan penuh.

Dari kesepakatan itu, Uni Eropa akan mengeluarkan dana sekitar US$ 860 miliar dari utang bersama untuk membantu negara-negara anggota mengurangi penurunan ekonomi.

Perjanjian tersebut mensyaratkan persetujuan bulat dari semua 27 negara anggota dan merupakan kemenangan bagi Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang merancang garis besar proposal awal kesepakatan itu pada bulan Mei.

Mengutip Aljazeera, dana itu terdiri dari US$ 446 miliar dari dana hibah dan US$ 412 miliar dari pinjaman berbunga rendah.

Dana itu jauh lebih kecil dari jumlah yang diusulkan oleh ketua pertemuan Charles Michel, terutama dari dana pinjaman yaitu US$ 572 milyar.

Charles Michel mencuit ‘Deal’ tak berapa lama setelah para pemimpin UE mencapai kesepakatan pada sesi pleno pukul 03.15 GMT. Beberapa anggota yang hadir juga ikut mencuit ‘Conclusions adopted!’.

Secara detil, Italia, sebagai pusat pandemi asli Eropa, kemungkinan akan menjadi penerima dana terbesar dari rencana tersebut dan diperkirakan akan menerima sekitar US$ 94 miliar dalam bentuk hibah dan sekitar US$ 145 miliar dalam bentuk pinjaman.

Para pemimpin UE mengatakan kesepakatan itu datang setelah Michel menyampaikan kompromi pada dana pemulihan. Dan bagi Michel, kesepakatan itu sangat penting untuk menghilangkan keraguan tentang masa depan blok UE.

UE lambat untuk mengoordinasikan tanggapan awalnya terhadap pandemi COVID-19. Di samping itu, UE juga sedang dirundung atas kepergian Inggris dari blok UE, yang mana Inggris sendiri terpukul keras atas pandemi virus korona.

“Pertemuan itu merupakan KTT yang panjang dan KTT yang menantang, tetapi hadiah itu layak dinegosiasikan,” kata Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin.

Negara-negara Eropa telah melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengatasi virus korona jika dibandingkan dengan Amerika Serikat,  yang mana ketika pada bulan awal pandemi mengganas, ia menghancurkan Italia dan Spanyol namun UE bisa mengatasinya dengan berkolaborasi dalam bidang medis dan ekonomi.

Para diplomat mengatakan para pemimpin UE dalam pertemuan itu tampaknya mengesampingkan dendam yang menghalangi kompromi setelah berjam-jam tawar-menawar sepanjang akhir pekan.

Menurut Aljazeera, ketika jamuan makan malam pada hari Minggu, beberapa negara UE Utara, terutama Belanda, ingin berhemat dengan hanya ingin menggunakan dana hibah saja tanpa menggunakan pinjaman, atau lebih memperbanyak porsinya dibanding dana pinjaman yang harus dibayar dengan bunga rendah.

Bahkan Belanda sempat memveto bantuan bagi negara-negara yang melakukan kesalahan dalam reformasi ekonomi.

Keinginan Belanda itu menyulut emosi beberapa peserta. Keesokan harinya, pada jam-jam awal pada hari Seni, Macron saking emosinya sampai menggedor-gedor meja karena emosi dan frustasi.

Begitu juga dengan Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki yang mencerca sikap ‘hemat’ itu, dan mencap mereka sebagai sekelompok negara yang ‘pelit dan egois’ dan memandang segala sesuatu melalui kaca mata kepentingan mereka sendiri.

Polandia akan menjadi penerima manfaat utama dari paket pemulihan, menerima puluhan miliar euro dalam bentuk hibah dan pinjaman murah, bersama dengan negara-negara pinggiran Mediterania berutang tinggi seperti Italia yang dirasa paling terpukul atas pandemi COVID-19 di Eropa. Namun, ‘pertikaian retoris’ itu kian memudar setelah pada Senin sore para pemimpin sepakat tentang paket stimulus, di mana anggaran umum UE 2021-2027 adalah sebesar US$ 1,3 triliun.