Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Serangan Udara Terbaru Israel Tewaskan 26 Orang
(Foto: Reuters)

Serangan Udara Terbaru Israel Tewaskan 26 Orang

Berita Baru, Internasional – Serangan udara Israel di Gaza pada Minggu (16/5), telah menewaskan 26 warga Palestina, termasuk delapan anak-anak, kata petugas kesehatan Gaza.

Serangan dini hari di pusat Kota Gaza menambah korban tewas di Gaza menjadi total 174, termasuk 47 anak-anak, kata pejabat kesehatan. Israel telah melaporkan 10 orang tewas, termasuk dua anak.

Minggu malam, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadwalkan pertemuan untuk membahas konfrontasi Israel-Palestina yang terjadi dalam beberapa tahun.

Baik Israel dan Hamas, kelompok Islam yang menguasai daerah kantong bersikeras bahwa mereka akan melanjutkan tembakan lintas perbatasan setelah Israel menghancurkan gedung 12 lantai di Kota Gaza yang menjadi rumah bagi Associated Press AS dan operasi media Al Jazeera yang berbasis di Qatar.

Militer Israel mengatakan gedung al-Jala adalah target militer yang sah, berisi kantor militer Hamas. Sebelumnya, warga sipil telah diperingatkan untuk keluar dari gedung tersebut.

AP mengutuk serangan itu, dan meminta Israel untuk mengajukan bukti. “Kami tidak memiliki indikasi Hamas berada di dalam gedung atau aktif di dalam gedung,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Alih-alih pembalasan atas penghancuran Israel terhadap gedung al-Jala, Hamas menembakkan 120 roket dalam semalam, kata militer Israel. Banyak diantaranya dicegat dan sekitar belasan gagal dan mendarat di Gaza.

Serangan pada Minggu pagi, militer Israel mengatakan telah menyerang rumah Yehya Al-Sinwar, kepala sayap politik dan militer Hamas, di Kota Gaza selatan Khan Younis. Sinwar, yang dibebaskan dari penjara Israel pada 2011.

“Ini adalah momen-momen mengerikan yang tidak dapat dijelaskan oleh siapa pun. Seperti gempa bumi yang melanda daerah itu,” kata Mahmoud Hmaid, ayah tujuh anak yang membantu upaya penyelamatan.

Di seberang perbatasan di kota Ashkelon, Israel, Zvi Daphna, seorang dokter, yang lingkungannya telah diserang oleh beberapa roket, menggambarkan perasaan “takut dan ngeri”.