Senin Depan, Pembelajaran Tatap Muka di Gresik Sasar Tingkat SD dan SMP

-

Berita Baru, Gresik – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Gresik diawali dengan Sekolah untuk siswa Kelas 6 SD dan Kelas SMP pada Senin (19/4) mendatang. Sedangkan untuk TK, Paud dan Kelompok Belajar masih dalah taraf evaluasi mendalam.

Guna memastikan kesiapan PTM, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak jajaran Forkopimda dan seluruh komponen yang berkompeten untuk mengevaluasi kesiapan PTM tersebut pada Jum’at (16/4). Kegiatan Evaluasi ini berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik.

Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani meminta agar semua yang hadir memberikan solusi yang paling aman dan tidak beresiko.

“Toh semua guru di Gresik sudah mendapat vaksin. Kami minta Dinkes Gresik juga memberikan vaksin kepada masyarakat Pendidikan yang lain misalnya penjaga sekolah, tukang kebun dan lain-lain yang ada di sekolah tersebut,” ujar dia.

Pengaturan jam belajar, kata Bupati Gus Yani, kapasitas murid serta durasi pembelajaran setiap minggu juga dipastikan. Selain itu yang tak kalah pentingnya ijin pernyataan tertulis dari orang tua murid maupun dari pihak komite sekolah.

“Terkait laporan dari pihak diknas, masih adanya sekolah yang belum siap melengkapi sarana prasarana untuk PTM, Bupati meminta kepada pihak diknas untuk mendampingi. Jadi sekolah yang belum siap tersebut tetap memulai pembelajaran tatap muka didampingi oleh pihak Diknas,” pintanya.

Mendukung yang disampaikan Gus Yani Bupati, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah agar semua pihak membantu agar semua sekolah SD dan SMP bisa semuanya memulai PTM pada Senin besok.

“Bila ada sekolah yang masih belum siap dan belum memenuhi syarat agar dibantu seoptimal mungkin. Pembelajaran jarak jauh ini sudah sangat ditunggu masyarakat. Kami semua sangat menyayangkan apabila ada murid yang sampai drop out sekolah karena belum ada kepastian PTM dibuka” tandas Wabup.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta kepada pihak Diknas agar mensegerakan juga pemberlakukan PTM di tingkat TK dan Paud.

‘Saya harap Perbup 50 tahun 2020 tersebut disesuaikan dengan keadaan saat ini yang sedang berlaku di Kabupaten Gresik. Misalnya tentang larangan yang ada di perbup tersebut bahwa siswa dilarang naik kendaraan umum, guru luar Gresik dilarang mengajar” katanya.

Sebagai catatan, Rakor Evaluasi PTM yang diikuti oleh para anggota Forkopimda Gresik, Gus Yani Bupati meminta kepada yang hadir untuk mengevaluasi kembali Peraturan Bupati Gresik Nomor 50 Tahun 2020. Perbup yang ditetapkan pada 3 Desember 2020. Perbup tersebut tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di masa Transisi Menuju Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (covid-19) di Kabupaten Gresik.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments