Berita

 Network

 Partner

Senator AS akan Beberkan Genosida China Terhadap Muslim Uighur

Senator AS akan Beberkan Genosida China Terhadap Muslim Uighur

Berita Baru, Internasional – Senator AS ungkapkan upayanya untuk membeberkan rahasia genosida yang dilakukan China terhadap Uighur dan Muslim berbahasa Turki lainnya. Sebuah langkah penekanan terhadap Beijing atas penderitaan satu juta lebih orang-orang di kamp penahanan.

Seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (28/10), pernyataan tersebut mengemukakan pembenaran bahwa kampanye China melawan orang-orang Uighur, etnis Kazakh, Kirgistan, dan anggota kelompok minoritas Muslim lainnya di wilayah otonom Xinjiang Uighur merupakan bentuk genosida.

Resolusi tersebut diumumkan pada hari Selasa (27/10) oleh para senator di seluruh spektrum politik, meskipun kemungkinan pergerakan akan lambat karena Senat tengah berada di luar sesi hingga selesai pemilu minggu depan.

Berita Terkait :  Ilmuwan Menemukan Zat Obat Baru yang Ampuh Menangani Covid-19

Senator John Cornyn, seorang Republikan berkata: “Resolusi ini mengakui kejahatan ini apa adanya dan merupakan langkah pertama untuk meminta pertanggungjawaban China atas tindakan mengerikan mereka.”

Senator Jeff Merkley, seorang Demokrat mengatakan, resolusi itu akan menunjukkan sikap AS untuk tidak tinggal diam. “Serangan China terhadap Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya – meningkatkan pengawasan, pemenjaraan, penyiksaan dan ‘kamp pendidikan ulang’ paksa – adalah genosida, murni dan sederhana,” katanya.

Kelompok hak asasi manusia juga mengatakan bahwa lebih dari satu juta orang Uighur mendekam di kamp-kamp di wilayah Xinjiang. Beijing berusaha secara paksa mengintegrasikan komunitas tersebut dan mengikis warisan Islamnya.

Pemerintahan Trump mengecam situasi di Xinjiang dan memberikan sanksi kepada pejabat tinggi partai Komunis di sana, Chen Quanguo, meski enggan menyebut bahwa hal itu merupakan genosida. Pemerintahan AS enggan menggunakan istilah genosida dalam situasi di seluruh dunia, upaya mewaspadai implikasi hukum di dalam dan luar negeri.

Berita Terkait :  Dua Tentara Myanmar Berikan Kesaksian Tentang Pembunuhan, Pemerkosaan dan Penguburan Massal Muslim Rohingya

Sementara itu, China membantah tudingan tersebut dan mengatakan bahwa kamp-kamp itu merupakan pusat kejuruan yang mengajarkan keterampilan untuk mencegah daya pikat radikalisme Islam.

Robert O’Brien, penasihat keamanan nasional Trump, mengatakan bahwa “jika bukan genosida, maka sesuatu yang dekat dengan genosida sedang terjadi di Xinjiang.”

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Selasa bahwa, “Tindakan China mengingatkan kita tentang apa yang terjadi pada tahun 1930-an di Jerman”.

Joe Biden, calon presiden dari Partai Demokrat, menyebut tindakan China sebagai genosida dan ia berjanji akan memberikan tanggapan yang lebih keras.

Olivia Enos, analis kebijakan senior di konservatif Heritage Foundation, pegiat HAM di Asia, mengatakan resolusi genosida di Xinjiang dapat menekan pemerintah untuk mengikutinya dan membuka jalan bagi sanksi tambahan.

Berita Terkait :  Bom Bunuh Diri di Ibu Kota Somalia Menewaskan Tiga Orang

Konvensi PBB tentang genosida, yang dirancang setelah Holocaust, mewajibkan negara-negara melakukan pencegahan dan menghukum pelaku “momok menjijikkan” itu. Ini mendefinisikan bahwa genosida merupakan tindakan pembunuhan, pencegahan kelahiran dengan maksud untuk menghancurkan, secara keseluruhan atau sebagian, kelompok nasional, etnis, ras atau agama.