Sempat Dituduh Mata-mata, Lima Warga India Dibebaskan

Warga India
PLA China membebaskan lima warga India yang sebelumnya dikabarkan hilang, Sabtu, 12 September 2020. Foto: Twitter Rijiju.

Berita Baru, Internasional – Pada hari Sabtu (12/9), Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengatakan pihaknya telah membebaskan lima pria India karena menyeberang ke wilayahnya. Menurut Global Times, mereka berlima ditudah sebagai mata-mata.

Kantor berita yang berafiliasi dengan Partai Komunis China tersebut mengatakan kelima pria itu sebelumnya ditahan PLA sementara dan dikabarkan hilang sejak 2 September.

Global Times menyebut kelima pria itu sebagai ‘petugas intelijen yang menyamar’ dan mengatakan mereka memasuki wilayah tenggara Tibet yang dikelola oleh Shannan, kota setingkat prefektur di wilayah tersebut.

Sumber berita dari Global Times itu didasarkan pada komentar yang dibuat oleh pemimpin redaksi Hu Xijin di Weibo, platform mirip Twitter di China.

“India dari waktu ke waktu menggunakan taktik mengirim orang melintasi perbatasan untuk mencari informasi, yang juga merupakan cara yang digunakan untuk menggerogoti wilayah yang dikuasai China,” kata Hu di Weibo, dikutip dari Global Times.

Selain itu, disebutkan juga bahwa kelima pria itu ‘diperingatkan dan dididik’ sebelum dibebaskan.

Berita Terkait :  20 Tentara India Tewas dalam Bentrokan dengan China

Dalam berita itu, Global Times secara jelas tidak melaporkan atau mengatakan bagaimana kelima orang itu ditangkap.

Akan tetapi, menurut SCMP, berita itu diterbitkan tak lama sebelum kelima orang itu diserahkan kepada Angkatan Darat India sekitar tengah hari pada hari Sabtu (12/9) waktu setempat.

Terkait hal itu, pada hari Jumat (11/9), Menteri Negara Urusan Minoritas India Kiren Rijiju juga mengkonfirmasi bahwa PLA China telah menyerahkan 5 warganya.

“PLA China telah menyerahkan 5 anak laki-laki kami ke pihak kami di sini di daerah Kibitu. Saya menghargai Angkatan Darat India atas kembalinya warga negara kami dengan mulus. Saya berterima kasih kepada Panglima Angkatan Darat India, kantornya, dan Komandan setempat karena terus-menerus menindaklanjuti masalah ini dan secara rutin memberi kabar kepada saya tentang masalah tersebut,” tulis Kiren Rijiju di Twitter dengan menambahkan foto penyerahan.

Kelima orang tersebut tercatat merupakan warga yang berasal dari negara bagian Arunachal Pradesh, India timur laut. Menurut catatan, mereka berprofesi sebagai seorang pemburu.

Berita Terkait :  China Berikan Bantuan Medis ke Negara-negara Eropa, Ada Apa ya?

SCMP mencatat, penyerahan itu terjadi setelah Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan mitranya dari India Subrahmanyam Jaishankar di Moskow pada Kamis (10/9).

Selama pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat untuk ‘segera melepaskan’ pasukan dari perbatasan Himalaya yang disengketakan dan menyusun kerangka kerja baru untuk menjaga perdamaian setelah berbulan-bulan ketegangan.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi (kanan) dan mitranya dari India Subrahmanyam Jaishankar bertemu di Moskow pada hari Kamis. Foto: Reuters.

Setelah kedatangan kelima orang itu di India, Rijiji mengatakan bahwa semua 5 orang itu dalam keadaan sehat. Namun, mereka akan dikarantina untuk jangka waktu tertentu.

Hubungan antara China dan India memanas sejak akhir Mei 2020, setidaknya setelah konflik militer yang sengit di sejumlah lokasi. Lalu kembali memuncak pada bulan Juni 2020 di mana kedua belah pihak melakukan bentrokan di Lembah Galwan hingga jatuh korban meninggal.

Berita Terkait :  COVID-19 New York Didominasi Orang-Orang yang Nekat Keluar Rumah

Lalu pada awal bulan September ini, pasukan dari kedua belah pihak juga kembali bentrok di dekat Pangong Tso, di mana kedua pihak saling menuduh pihak lain yang melakukan tembakan pertama.

China dan India pun telah meningkatkan kehadiran militer mereka di perbatasan. Bahkan, menurut media pemerintah, PLA telah mengerahkan senjata yang lebih canggih ke daerah tersebut, termasuk peluncur roket baru.

Pada hari Rabu (9/9) kemarin, penyiar pemerintah China CGTN melaporkan bahwa ratusan pasukan PLA mengambil bagian dalam latihan parasut di dataran tinggi yang diduga sebagian besar orang menganggap itu adalah wilayah Tibet.

Pada gilirannya, Kamis (10/9) kemarin, dari pihak India, Perdana Menteri India Narendra Modi dan mitranya dari Jepang Shinzo Abe menandatangani pakta 10 tahun untuk bertukar pasokan dan dukungan logistik antara angkatan bersenjata mereka.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan