Selama Jabat Dirut PDAM Gresik, Mochammad Tuai Protes Aktivis Mahasiswa

    Berita Baru, Gresik – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelidiki kasus dugaan tindak korupsi proyek kerjasama PDAM Giri Tirta Gresik dengan dua rekanan investor yakni PT Dewata Bangun Tirta (DBT) dan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) dengan nilai anggaran Rp133 Miliar pada tahun 2012. Salah satu yang diperiksa lembaga antirasuah itu adalah Mantan Direktur umum (Dirut) PDAM Giri Tirta Gresik, Muhammad.

    Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Gresik dari Fraksi PKB itu diperiksa tim penyidik KPK bersama sejumlah jajaran direksi PDAM lainnya, tidak terkecuali Dirut PDAM Gresik Siti Aminatus Zariyah yang kini masih aktif menjabat.

    Sepanjang catatan rekam jejak saat menjabat sebagai Dirut PDAM Gresik, Mochammad beberapa kali menuai protes aksi unjuk rasa mahasiswa dengan sejumlah tuntutan yang disuarakan. Aksi demonstrasi datang salah satunya dari aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik.

    Ketua Cabang PMII Gresik periode 2012-2013, Hendy Suntoro mengatakan, selama kepemimpinannya di PMII Gresik saat itu, jajarannya pernah melakukan aksi sebanyak 2 kali dengan 2 tuntutan yang berbeda.

    “Saat itu kita pernah dua kali aksi, aksi pertama dengan tuntutan mengusut hasil audit BPK terkait proyek rekanan PDAM, tuntutan kedua terkait kenaikan tarif bagi pelanggan PDAM,” terang Hendy kepada Beritabaru.co, Minggu (4/4).

    Tak berhenti disitu, aksi unjuk rasa terus berlanjut hingga kepemimpinan M Asroul Faizin pada periode 2013-2014. Hal itu disampaikan oleh Haris Sofwanul Faqih yang menjabat Sekretaris umum sekaligus koordinator lapangan (Korlap) aksi.

    “Benar, selama periode ketum faizin kita pernah melakukan aksi sebanyak 4 kali ke PDAM. Ada beberapa tuntutan yang kita saat itu, bahkan aksi juga berujung ricuh hingga dua kader divisum, saat itu yang menjabat Dirut PDAM adalah Pak Mochammad,” bebernya.

    Lebih lanjut, Haris mengungkapkan, aksi kemudian berlanjut saat ia menjabat sebagai Ketua Umum PMII Gresik periode 2014-2015. Dalam kepemimpinannya, Haris mengaku pernah melakukan aksi serupa sebanyak 2 kali.

    “Aksi berlanjut di periode kepemimpinan saya, saat itu saya bersama jajaran anggota dan kader PMII Gresik pernah melakukan aksi sebanyak 2 kali,” ucapnya.

    Bahkan, Haris yang saat itu mendesak agar DPRD Gresik dalam hal ini Komisi B agar mengkaji ulang kenaikan tarif dasar PDAM.

    “Saat itu kita mendesak Komisi B DPRD Gresik untuk mengkaji ulang kenaikan dasar tarif PDAM yang tidak sebanding dengan kualitas air, dan laporan audit BPK terkait proyek rekanan PDAM,” jelasnya.

    Seperti diketahui, tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah jajaran direksi PDAM baik yang masih aktif maupun purna. Pemeriksaan terkait dugaan kasus korupsi proyek kerja sama investasi antara PDAM Giri Tirta Gresik dengan PT Dewata Bangun Tirta (DBT), dan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) pada tahun 2012, dengan nilai investasi sebesar Rp 133 miliar.

    Kedua proyek dimaksud, yakni kerja sama investasi PDAM Giri Tirta dengan PT Dewata Bangun Tirta (DBT) dengan sistem Build Operate Transfer (BOT) untuk membangun proyek instalasi pengolahan air di Desa Legundi, Kecamatan Driyorejo senilai Rp47 miliar dengan waktu kerja sama selama 25 tahun.

    Kemudian, proyek dengan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) untuk membangun Rehabilitation Operating Transfer (ROT) di Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo senilai Rp86 miliar dengan waktu kerja sama selama 25 tahun.

    Facebook Comments
    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini