Sebelum Sekolah Dibuka, Kemendikbud Harus Memiliki Peta Terverifikasi

Berita Baru, Illiza Sa’aduddin Djamal
(Foto: Aceh Tribun)

Berita Baru, Jakarta — Anggota DPR, Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus memiliki peta yang jelas dan terverifikasi di lapangan sebelum benar-benar kembali membuka sekolah. Sebab, hingga hari ini, pandemi COVID-19 belum bisa dipastikan kapan berakhir.

“Sebelum Kemendikbud merealisasikan pembukaan kembali sekolah, Kemendikbud harus mempunyai peta yang jelas dan terverifikasi di lapangan tentang daerah-daerah yang merupakan masuk Zona Merah (masih parah), Zona Kuning (sudah menurun) dan Zona Hijau (Bebas COVID-19),” kata Illiza, dalam laporan yang diterima Berita Baru, Selasa (26/5).

Politikus asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menuturkan hanya di Zona Hijau yang memungkinkan dilaksanakan kembali proses belajar-mengajar di sekolah. Selebihnya, lanjut dia, Kemendikbud harus memastikan sekolah yang akan ditempati benar-benar bebas dari virus Korona.

“Yaitu dengan melakukan penyemprotan disinfektan di semua sudut sekolah, menyediakan wastafel dan masker,” imbuh Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI tersebut.

Kemudian, tambahnya, pemerintah juga harus memastikan keamanan siswa dalam perjalanan menuju tempat sekolah, seperti ketika berada di angkutan umum. Sebab, kata dia, siswa tentu akan bercampur dan berinteraksi dengan masyarakat umum di dalam angkutan umum yang ditumpanginya.

Berita Terkait :  Puan Maharani Hadiri Pertemuan Parlemen Asia Pasifik

“Semua langkah antisipasi agar tidak terjadi penularan harus dilakukan dengan baik,” tutur mantan Wali Kota Banda Aceh ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Kemendikbud sebelumnya sudah memiliki tiga skenario tentang pembukaan kembali proses bejalar mengahar di sekolah. Ketiga skenario tersebut perlu dipilih dan dipertimbangkan dengan sangat baik dan penuh kehati-hatian.

Illiza Sa’aduddin Djamal memaparkan, bahwa ketiga skenario tersebut yaitu, jika pandemi Coronavirus berakhir di akhir Juni 2020, maka siswa masuk sekolah tahun pelajaran di minggu ketiga Juli 2020.

Kedua, jika COVID-19 berlangsung sampai September 2020, siswa belajar di rumah dilaksanakan sampai September. Sementara yang ketiga, jika pandemi ini berlangsung sampai akhir tahun 2020, maka semua siswa belajar di rumah selama satu semester penuh.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan