Berita

 Network

 Partner

Sayangkan Tindakan PM Malaysia, Dr Mahathir Mohammad: "Ia Telah Berbohong Kepada Parlemen"
(Foto: Getty Images)

Sayangkan Tindakan PM Malaysia, Dr Mahathir Mohammad: “Ia Telah Berbohong Kepada Parlemen”

Berita Baru, Internasional – Dr Mahathir Mohammad, mantan Perdana Menteri Malaysia menyayangkan tindakan pemerintah Malaysia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yasin tentang pencabutan Ordinansi Darurat. Hal tersebut disampaikan melalui surat pernyataan yang diposting di Twitter pada Kamis (29/7).

Ia menilai bahwa seharusnya Tan Sri Muhyiddin Yasin mengetahui bahwa ia tidak memiliki wewenang untuk mencabut peraturan secara sepihak, yang berarti tidak menaati perintah Raja atau Yang di-Pertuan Agong. Dalam hal ini Raja menginginkan semua Undang-undang Darurat dibahas dan diresmikan di parlemen sesuai Pasal 150 (3) dari Perlembagaan Persekutuan.

Presiden UMNO, Ahmad Zahid Hamidi menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pemberontakan terhadap titah Raja sebagaimana yang telah diatur dalam konstitusi. Oleh sebab itu, UMNO meminta agar PM Muhyddin Yassin untuk mundur dari jabatannya.

Berita Terkait :  PBB: Perang Tigray Ethiopia ‘Akan Memburuk secara Dramatis'

“Tindakan ini jelas merupakan bentuk pemberontakan terhadap Yang di-Pertuan Agong, bahkan mengabaikan prinsip Perlembagaan Persekutuan. Sehubungan dengan itu, UMNO akan meminta Tan Sri Muhyiddin Yassin dan Datuk Seri Takiyuddin Hassan (Menteri di Jabatan Perdana Menteri) untuk mengundurkan diri secara terhormat,” tegas Zahid, seperti dikutip dari media Jiran, Kamis (29/7).

Ahmad Zahid menegaskan agar seluruh anggota parlemen dari UMNO harus melaksanakan keputusan Majelis Kerja Tertinggi UMNO pada 7 Juli 2021 lalu untuk menarik dukungan bagi Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri

Selain itu, Zahid mengatakan bahwa keputusan ini untuk memenuhi sumpah jabatan sebagai Anggota Parlemen yang berkewajiban taat dan setia kepada Yang di-Pertuan Agong dan menjaga, melindungi, serta mempertahankan konstitusi.

Berita Terkait :  Depresi, Stress dan Kesepian Mengurangi Efektivitas Vaksin Covid-19

“Posisi ini juga sejalan dengan prinsip dan tujuan UMNO untuk senantiasa menjaga dan mempertahankan institusi Raja-Raja Melayu sebagaimana termaktub dalam Pasal 3 konstitusi UMNO,” kata dia.

Tun Mahathir Mohamad sebagaimana dilansir Anadolu juga mendesak PM Muhyiddin dan menteri-menteri kabinetnya mengundurkan diri. Anggota Parlemen dari Langkawi itu menyebut Muhyiddin telah berbohong kepada parlemen terkait pencabutan Ordonan Darurat Covid-19.

“Dia tahu dia tidak memiliki kekuasaan untuk mencabut peraturan itu tetapi tetap membuat pengumuman ketika kekuatan hanya ada di tangan Yang di-Pertuan Agong selama keadaan darurat,” ucap Mahathir dalam pernyataannya, Kamis.

Meskipun Muhyiddin tidak mengumumkan langsung pembatalan Ordinansi Darurat pada 26 Juli karena itu dilakukan oleh Menteri Parlemen dan Hukum Takiyuddin Hassan, kata Mahatir, Muhyiddin tetap tidak bisa cuci tangan. Parlemen Malaysia sendiri menunda pembahasan hingga Senin di tengah krisis politik ini akibat menemukan adanya infeksi Covid-19 di dalam gedung dewan.

Berita Terkait :  Di Ujung Tanduk, UMNO Dukung Ismail Sabri Maju Menjadi Perdana Menteri Malaysia