Berita Baru, Gresik – Sampurnan Studies secara resmi melaunching kelas Pesantren dan Sosiologi pada Jumat ( 26/3 ). Bertempat di lantai 3 Gedung Baru Institut Agama Islam Qomaruddin, acara tersebut dihadiri oleh Wakil Pusat Studi Pesantren dan Kebudayaan Institut Agama Islam Qomaruddin Muttaqin Khabibulloh  yang notabene menjadi Majlis Pembina Sampurnan Studies.

Acara tersebut mengusung tema “Meneropong Metamorfosa Pesantren Menuju 5.0”. Peserta merupakan Mahasiswa dari berbagai semester mulai dari 2 sampai 8. Setelah resmi dibuka, acara dilanjutkan dengan pembekalan materi tentang konsep dan dinamika pesantren.

Direktur Sampurnan Studies, M. Iqbal Thoriq, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam mengatakan bahwa sebagai underbow Pusat Studi Pesantren dan Kebudayaan (PSPK). Komunitas ini mempunyai peran yang signifikan sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa dan peningkatan ketajaman berfikir lebih-lebih secara spesifik mendobrak semangat dalam mengkaji Pesantren baik struktur, pola interaksi dan perannya terhadap masyarakat, pemerintahan terlebih negara melalui Sosiologi. “Sebagai Underbow PSPK, Sampornan Studi mempunyai peranan penting terhadap pengembangan potensi dan peningkatan ketajaman berfikir mahasiswa terlebih memahami pesantren melalui sosiologi,” jelasnya. 

Di samping itu, Iqbal menambahkan bahwa Sampurnan Studies digagas melalui lingkaran forum kecil untuk kemudian menjadi Oase ilmiah terkhusus pada bidang Pesantren dan Sosiologi, yang nantinya akan mampu berkontribusi dalam dunia keilmuan melalui karya hasil pengamatan langsung di lapangan. Ia juga berharap Sampurnan Studies mampu menjadi lokomotif intelektual mahasiswa melalui semangat mengkaji dan menghasilkan karya. “Sampurnan Studies digagas melalui lingkaran kecil bertujuan menjadi Oase Ilmiah pada bidang Pesantren dan Sosiologi melalui karya-karyanya dan diharapkan mampu menjadi lokomotif intelektual,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Majlis Pembina Sampurnan Studies, Muttaqin Khabibulloh menyampaikan bahwa melalui Sampurnan Studies mahasiswa harus mampu mendialogkan dua disiplin keilmuan yakni pesantren dan sosiologi. Dengan begitu, dinamika dan ruang lingkup pesantren hingga ujung yang terdalam bisa terkuak melalui pisau sosiologi. “Melalui Sampurnan Studies yang beranggotakan Mahasiswa, upaya mendialogkan dua disiplin keilmuan harus senantiasa dilakukan melalui kajian dan penelitian, sehingga ujung terdalam dari dinamika pesantren bisa terkuak melalui pisau Sosiologi,” imbuhnya.

Ke depan, ia berharap bahwa setelah melakukan kajian dan penilitian, serta membuat produk karya bersama berupa buku yang merupakan output dari program ini, akan memberikan kemanfaatan secara luas kepada masyarakat tentang wawasan kepesantrenan. Lebih dalam harapannya adalah Sampurnan Studies yang visi misinya selaras dengan PSPK dan Institut Agama Islam Qomaruddin menjadi pusat keilmuan di Gresik. “Dengan produk yang dihasilkan nantinya, Sampurnan Studi akan memberikan kemanfaatan secara luas tentang kepesantrenan dan menjadi pusat keilmuan di Gresik.” Harapnya. (Iqbl/Iz)

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini