Sajak Adagium Pentaglotis

raraha

Raraha

Pekaklah mega bunyi berdebu
Jatuhkan molek dan kokoh pertiwi
Ledak tangis merinai hingga selasar negeri
Berdulang duka berpuncak perih

Akbar mendedah luka
Tertariklah bebatu pijar bersuar-suar
Dari gundukan yang itu paku bumi
Bukan lagi kelakar bermawar

Ini alam menghajarmu wahai Raraha
Cicipi rasa sayang ini dari petala langit
Puput bayu sendu membiru
Porak windu bersayap beliung

Koyaklah padu-padan
Sembilu satu sembilu pilu
Tetaplah pada sesembahan hati
Raraha Nusantara

Teguhlah menerima bala derita
Hamba tetap di sini menggali pusara
Bersamamu bergelung senja
Berkubur tanah Raraha

Cerap Bibir Noni

Lamat-lamat ketat membuntat
Kutat padat adalah Batavia
Makan minum para kongsi dagang
Tuhan mengiyakan segala gerombol

Lamun tembuni Betawi hilang
Terenggut ke negeri kincir angin
Kesat pepat melipat jagat
Kuat sigap adalah Sunda Kelapa

Dansa noni berkecipuk bir pletok
Malaikat menulis segala curah
Lamun tali pusar Priok tersangkut jangkar
Lentur mengayom senorita

Plakat-plakat lekat sekarat
Semua gamat untuk Jayakarta
Masih ada pangeran siasat
Orang suci munajat penjuru empat

Berita Terkait :  Sebab Ingatan Terlalu Sering Mengkhianati Kita

Lamun bandar kota lelah penat
Tarangkan cangkang Garuda
Traktat amanat segel memburat
Sendi-sendi berpundi Jakarta

Wan paran menggasak walaka
Bersenggau bangsa jin berkiblat
Lamun Ibu Kota menciak
Ijabkan kenyang garba bangsa

Plum Israel

Teorema kembar buah plum yang terik
langsat, gagah pecah tergila
Cinta putih ruh insan tiada rasa sudah
Bagai burung hendak kemana, mematuk-matuk saja

Merana plum
Semi di tanah itu
Yang katanya terjanji plum
Yang selalu memuji-muji plum

Tak gentar penjaga Tabut
Tak silau barikade Gharqat
Penjejak Qubatush Sakhra
Para penunggang Merkava

Gunung misik yang berisik
At-Taubah tanpa Basmalah plum
Antara pedang dan rahmatullah plum
Pengkhianat harfiah buksnlah plum

Traktat melaknat plum
Moncong bedil siap merapat
Plum, malaikat nekad berkelebat
Jangan, eksekusi amanat plum

Torpor Laila

Anju, bedegab apa gagap
Tak usah kau belu belai
Bungkas sudah khotbah itu
Hingga mentari tak putih lagi

Memerah pulang tercabar senja
Cetai kain panjang itu
Seronokkan muluskan putih
Geracak birahimu membumi

Berita Terkait :  Apakah Konsep Omnibus Law Menganut Sistem Civil Law

Kusat-mesat liukkan nikmat
Karut goresan kukumu Laila
Melafaz kata-kata kincau
Tak jelas ingin menjelas

Tak melas ingin memelas
Hati berjerangkah
Lipat gulipat hingga pepat
Laila Lelah berkelam hati

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan