Berita

 Network

 Partner

Saipul Jamil Trauma, Psikolog: Harus Mengambil Pelajaran
Saipul Jamil Bebas (Foto: Youtube Saipul Jamil Official)

Saipul Jamil Trauma, Psikolog: Harus Mengambil Pelajaran

Berita Baru, Entertainment – Setelah dinyatakan bebas pada Kamis (2/9) dari Lapas Cipinang, Jakarta Timur, pendangdut Saipul Jamil mengaku trauma tinggal di balik jeruji besi. Di hadapan para wartawan, pria bernama asli Jamiluddin Purwanto ini juga menekankan dirinya mendapatkan banyak pelajaran dari pengalamannya di penjara.

“Oh pastilah (trauma) yang jelas ini pengalaman hidup dan perjalanan hidup, siapa sih yang pengen masuk penjara,” ujarnya.

Menanggapi trauma yang dialami Saipul, Psikolog Klinis dan Dosen Unika Soegijapranata Semarang Monika Satyajati menyarankan agar Saipul berkonsultasi pada ahli kesehatan mental. “Mengenai penanganan apa yang perlu dilakukan bila ia merasa trauma, sebenarnya ini sifatnya kasuistik. Jalan keluarnya akan berbeda-beda tiap individu,” ujar Monika.

Berita Terkait :  Saipul Jamil Disambut Meriah, Psikolog Soroti Pihak-Pihak Ini

Pemaafan dari Korban

Sebelum ini, psikolog telah menyarankan agar Saipul Jamil mendapatkan maaf dari korban jika ingin mengobati trauma yang dimilikinya. Namun menurut Monika, hal itu perlu dipikirkan baik-baik. Pasalnya, kesiapan korban juga perlu diperhatikan.

“Pemaafan adalah salah satu hal yang dapat berdampak baik, namun kalau pihak korban belum siap untuk menghadapi ini malah akan menimbulkan dampak negatif,” terang Monika.

Namun yang terpenting dilakukan saat ini adalah kemampuan Saipul untuk memaknai pelajaran yang didapatkannya selama dipenjara. “Jika ia benar-benar sudah mampu memaknai mengapa ia dipenjara sebelumnya, kemungkinan ia akan dapat berperilaku yang sesuai, dan membantunya beradaptasi kembali dengan kehidupannya pasca keluar dari penjara,” imbuh Monika.

Berita Terkait :  Alami Cedera, Lee Kwang Soo Mundur dari “Running Man”

Saipul Jamil dipenjara sejak 2016 setelah terbukti melakukan tindakan kejahatan seksual terhadap seorang remaja pria. Ia kini mendapatkan remisi hingga 30 bulan dari total hukuman 8 tahun.