Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Foto: Badan Meteorologi Australia.
Foto: Badan Meteorologi Australia.

Saat Banjir Surut, Australia Bersiap Hadapi Gelombang dan Angin Kencang

Berita Baru, Sydney – Hampir seluruh negara bagian terpadat di Australia mendapatkan pemberitahuan untuk bersiap menghadapi gelombang tinggi dan angin kencang pada Kamis (31/1).

“Peringatan banjir dan cuaca buruk saat ini untuk beberapa wilayah di NSW. Orang-orang di Northern Rivers, Mid North Coast, dan Northern Tablelands disarankan untuk memantau situs web Biro dan aplikasi BOM Weather untuk pembaruan,” kata Badan Meteorologi Australia di Twitter, Rabu (30/3).

Perkiraan cuaca ekstrim itu membuat sebagian besar wilayah utara New South Wales (NSW) kalang kabut. Minggu ini, wilayah tersebut kembali diterjang banjir untuk kedua kalinya selama bulan Maret.

Tak hanya di NSW, perkiraan itu juga membuat ibukota Sydney menghadapi resiko cuaca buruk.

Sistem tekanan rendah yang menyebabkan seluruh kota tergenang dipindahkan ke lepas pantai.

Pemberitahuan itu muncul saat di sebagian besar wilayah banjir sudah mereda.

“Masih ada 20 perintah evakuasi yang mempengaruhi sekitar 30.000 orang, tetapi banjir telah mereda,” kata senior Biro Meteorologi Australia, Dean Narramore kepada wartawan, dikutip dari Reuters.

“Kami sedang bertransisi menjadi angin dan ancaman ombak yang merusak,” imbuh Narramore.

Sungai Wilsons yang mengalir melalui pusat regional Lismore, salah satu yang paling parah terkena dampak banjir, mencapai ketinggian 11,4 meter (37,4 kaki), lebih rendah dari 12 meter yang ditakuti pihak berwenang.

“Perhatian utama adalah pasang naik yang tidak normal dan juga erosi pantai … dan juga genangan di daerah dataran rendah, terutama untuk properti yang berada tepat di pantai,” imbuhnya.

Dua tahun sejak kebakaran hutan terburuk dalam satu generasi, pantai timur Australia yang berpenduduk padat juga bergulat dengan rekor banjir karena pola cuaca La Nina.

Pola cuaca La Nina juga membawa curah hujan dan angin yang sangat tinggi, hingga menyebabkan sungai meluap dan membuat ribuan rumah tidak dapat dihuni.

Dekat Lismore, pusat pariwisata populer Byron Bay, 750 kilometer (465 mil) utara Sydney, memiliki jalan utama di bawah air untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.

Pada bulan Maret, Sydney sendiri telah mencatat sebagai bulan terbasah tahun ini dan bulan terbasah keenam secara keseluruhan sejak pencatatan dimulai pada 1859, kata pakar cuaca.

Sejauh ini, dua orang telah dipastikan tewas dalam pola cuaca saat ini, sementara polisi mengatakan mereka sedang mencari orang ketiga, seorang wanita, yang diyakini hilang dalam banjir di Lismore.

“Kami sekarang berkumpul kembali saat kami melihat ke arah upaya pemulihan dengan air mulai surut,” kata Menteri Layanan Darurat New South Wales Steph Cooke kepada wartawan.

“Sistem cuaca ini akan (sekarang) menuju ke pantai timur dan kita akan melihat komunitas lain terkena dampaknya,” imbuhnya.