Rusia Mendeportase Warga Asing yang Positif Terkena Virus Corona

(Foto : CNBC)

Berita Baru, Internasional – Pemerintah Rusia mendeportasi warga negara asing yang positif terkena virus Corona. Menurut perdana menteri Mikhail Mishustin, hal itu untuk mencegah penyebaran infeksi.

“Ini akan memungkinkan kita untuk mendeportasi orang asing jika mereka didiagnosis dengan penyakit ini dan memperkenalkan pembatasan khusus, termasuk isolasi dan karantina,” kata Mikhail Mishustin saat menjelaskan komentarnya pada hari Senin (3/2).

Ia juga menambahkan bahwa Rusia memiliki semua jenis obat yang diperlukan, termasuk sarana perlindungan untuk melawan penyebaran coronavirus.

Sebagaimana dilansir dari CNBC, Senin (3/2) Mishustin menandatangani dekrit pada hari Minggu (2/2) terkait virus tersebut yang dikenal secara resmi dengan “novel coronavirus 2019-nCoV,” dalam daftar penyakit yang mengancam warga Negara, lapor TASS.

Tulisan tersebut disusun pada tahun 2004, termasuk “15 penyakit seperti HIV, malaria, TBC, wabah Siberia, kolera dan wabah.”

Rusia kabarnya akan segera mengevakuasi warganya dari Wuhan, China, pada hari Senin (3/2). Menurut laporan dari Reuters yang mengutip wakil perdana menteri Rusia, ada lebih dari 600 warga Negara Rusia yang berada di china.

Rusia melaporkan kasus pertama virus Corona pada hari Jumat (31/1) yang menginfeksi dua warga China yang katanya telah diisolasi. Rusia juga telah menutup sebagian besar jalur perbatasan yang menghubungkan dengan China sejak minggu lalu.

Kebijakan tersebut diikuti dengan penangguhan penerbitan visa elektronik untuk warga negara China.

Perdana menteri mengumumkan pada hari Senin bahwa pemerintah akan menunda Forum Ekonomi Sochi yang akan diadakan pada bulan Februari sebagai tindakan pencegahan terhadap virus.

Laporan terbaru dari Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan bahwa ada 57 kasus kematian tambahan dan 2.829 kasus terinfeksi baru yang dikonfirmasi pada hari Minggu. Total kematian yang disebabkan virus menjadi 361 orang dengan 17.205 kasus terinfeksi yang dikonfirmasi.

Kementerian luar negeri China mengatakan bahwa beberapa negara, terutama AS, dianggap telah bereaksi berlebihan terhadap wabah tersebut, menurut Reuters. Pekan lalu, Presiden Donald Trump menandatangani surat perintah untuk menolak masuk ke warga negara asing yang telah melakukan perjalanan di China dalam dua minggu terakhir.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini