Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Sebuah rudal balistik antarbenua Topol-M, yang mampu mengirimkan banyak senjata nuklir, diarak melalui Lapangan Merah Moskow dalam parade Hari Kemenangan 2009. Foto: Dmitry Kostyokov/AFP.
Sebuah rudal balistik antarbenua Topol-M, yang mampu mengirimkan banyak senjata nuklir, diarak melalui Lapangan Merah Moskow dalam parade Hari Kemenangan 2009. Foto: Dmitry Kostyokov/AFP.

Rusia Ancam Akan Kerahkan Nuklir dan Rudal Hipersonik Jika Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Berita Baru, Moskow – Pada Kamis (14/4), Dewan Keamanan Rusia ancam akan kerahkan nuklir dan rudal hipersonik jika Swedia dan Finlandia gabung NATO, meningkatkan ketegangan perang Ukraina yang telah memasuki pekan ke depan.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan bahwa, jika Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO, maka Rusia harus memperkuat angkatan darat, angkatan laut dan udaranya di Laut Baltik.

Pada kesempatan itu, Medvedev juga secara eksplisit mengeluarkan ancaman nuklir dengan mengatakan bahwa tidak akan ada lagi pembicaraan tentang Baltik yang “bebas nuklir”, di mana Rusia memiliki gudang hulu ledak Kaliningrad yang diapit di antara Polandia dan Lithuania.

“Tidak ada lagi pembicaraan tentang status bebas nuklir untuk Baltik – keseimbangan harus dipulihkan,” kata Medvedev, dikutip dari Reuters.

Medvedev, yang juga merupakan presiden Rusia dari 2008 hingga 2012, mengatakan dia berharap Finlandia dan Swedia akan bertindak secara masuk akal. Jika tidak, kata Medvedev, kedua negara itu harus hidup dengan senjata nuklir dan rudal hipersonik di dekat rumah.

Rusia memiliki gudang hulu ledak nuklir terbesar di dunia, bersama dengan China dan Amerika Serikat. Rusia juga adalah salah satu pemimpin global dalam teknologi rudal hipersonik.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, ditanya tentang komentar Medvedev oleh wartawan, mengatakan bahwa “ini telah dibicarakan berkali-kali” dan Presiden Vladimir Putin telah mengeluarkan perintah untuk “memperkuat sayap barat kami” karena potensi militer NATO yang berkembang.

Ditanya apakah penguatan ini akan mencakup senjata nuklir, Peskov berkata, “Saya tidak bisa mengatakan … Akan ada seluruh list tindakan, langkah-langkah yang diperlukan. Ini akan dibahas pada pertemuan terpisah oleh presiden.”

Sementara itu, Lithuania mengatakan ancaman Rusia bukanlah hal baru dan bahwa Rusia telah mengerahkan senjata nuklir ke Gudang Senjata Kaliningrad jauh sebelum perang di Ukraina.

Tidak ada komentar langsung dari NATO tentang peringatan Rusia. Namun, kemungkinan masuknya Finlandia dan Swedia ke dalam NATO akan menjadi salah satu konsekuensi strategis terbesar dari perang di Ukraina.

Tindakan militer Rusia di Ukraina telah memicu perubahan dramatis dalam opini publik dan politik di Finlandia dan Swedia tentang kebijakan non-blok militer yang telah lama dipegang.

Finlandia, yang berjarak sekitar 1.300 km (810 mil) dengan Rusia, mengatakan minggu ini akan memutuskan apakah akan mengajukan keanggotaan NATO dalam beberapa minggu dan Swedia juga membahas keanggotaan.

Swedia juga dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan NATO., yang didirikan pada tahun 1949 untuk memberikan keamanan Barat terhadap Uni Soviet.