Rumah dan Tanah ‘dirampas’, Warga Depok Ini Siap Bawa ke Jalur Hukum

-

Berita Baru, Depok – Warga Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Rosanti Adriyanti alias Yanti merasa haknya dirampas Sumantri. Pasalnya, tanah berikut rumah peninggalan Almarhum sang Ayah yang diberikan pamannya di Kampung Bojong Jengkol, RT 03 / RW 05, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat telah ‘diambil alih’ Sumantri setelah ayahnya meninggal Dunia.

“Setelah bertahun-tahun Sumantri ngakuin rumah saya, saya gak pernah Jual apalagi menghibahkan,” kata Yanti sapaan akrabnya.

Yanti membeberkan, sesungguhnya rumah dan tanah tersebut adalah milik ayahnya yang telah meninggal. Namun, Sumantri justru menghibahkannya kepada sang anak yang bernama Siti Maimunah.

“Kan itu Tahun 1997, Ayah saya meninggal terus saya dusuruh keluar dari rumah itu ya kita keluar, ibu saya juga ikut keluar,” bebernya, Kamis (26/11).

Berita Terkait :  KPU Tetapkan Dua Lembaga Pemantau Independen dan Satu Lembaga Survey di Pilkada Gresik 2020

Terkini, bermodalkan saksi yaitu Paman nya yang bernama Abdul Rohim dan Surat Girik, Yanti berniat membawa perkara tersebut ke jalur hukum jiwa belum ada nya itikad baik dari Sumantri beserta keluarga.

Berita Terkait :  Kulon Progo, Kabupaten Pertama di DIY Nol Kasus Positif Covid-19

Sementara itu, Kuasa Hukum Yanti, Ahmad Sastra Prayuanada menjelaskan, telah menyurati Sumantri dan pihak terkait untuk membantu memediasi persoalan tersebut.

“Saya telah memohon kepada instansi terkait setempat, dalam hal ini Bapak H Dasuki (Kepala Desa Cilebut Barat, red) untuk membantu memediasi permasalahan ini, Baik secara Lisan maupun tertulis,” terangnya.

Namun, Sekretaris LBH Senapati itu tak menampik akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum jika tak memperoleh hasil yang diinginkan dalam mediasi.

Berita Terkait :  Dikawal Ketat Petugas, Ibadah Jum'at Agung di Jombang Sebagai Bentuk Penghormatan Kepada Yesus

“Ya, Kalau mediasi tidak ada titik temu atau penyelesaian dan Haji Sumantri tidak ada itikad Baik untuk menyelesaikan permasalahan ini, kami akan menempuh jalur hukum untuk penyelesaiannya,” tegas Ahmad.

Berita Terkait :  Debu Perusahaan Bongkar Muat Batubara Ancam Pernafasan Anak, Warga Datangi Kantor DPRD Gresik Tuntut Relokasi

Menurut Ahmad, bukti dan saksi yang dimilki kliennya cukup kuat. Sehingga, dirinya tak ragu untuk menempuh jalur hukum.

“Alat bukti yang ada saat ini sudah cukup Sebagai bukti permulaan untuk menempuh jalur hukum,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Pemkab Sumenep Melestarikan Burung, Lewat Lomba Berkicau

TERBARU