Berita

 Network

 Partner

Rumah Aman LBH APIK Siap Bantu Perempuan yang Alami Kekerasan
Logo LBH APIK

Rumah Aman LBH APIK Siap Bantu Perempuan yang Alami Kekerasan

Berita Baru, Jakarta – Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) menyediakan ‘Rumah Aman’ bagi perempuan korban kekerasan.

Direkrur LBH APIK Siti Mazuma menjelaskan, pihaknya sengaja menciptakan Rumah Aman untuk melindungi perempuan korban kekerasan.

“Pada Juni lalu membuka Rumah Aman, yang pertama adalah kita mengamankan dulu perempuan-perempuan yang sudah tidak aman lagi atau menjadi korban kekersan dirumahnya sendiri gitu, selama ini kita kerja sama untuk rumah aman itu sendiri dengan salah satunya meminta bantuan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban,” terang Zuma dalam program #BERCERITA24 yang diadakan Beritabaru.co dengan tema “Akses Layanan Hukum Bagi Perempuan Dengan HIV-AIDS”, Selasa (01/12).

Menurut Zuma, kaum perempuan kerap menjadi korban kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) maupun Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Apalagi, mengingat situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah menghimbau agar tetap dirumah, hal tersebut justru mengingkatkan intesitas terjadinya KDRT.

Berita Terkait :  Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar Meninggal Dunia

“710 itu benar sekali data dari Maret sampai dengan November ini, tapi kasus kekerasan terhadap perempuan secara menyeluruh tidak hanya kekerasan seksual. Nah, kalo tahun 2019 yang lalu kita, data dari Januari sampai Desember 749 kasus. Tapi ini, dari Maret ke November aja udah 700, nah betapa sangat drastisnya peningkatan kekerasan terhadap perempuan yang diadukan ke LBH APIK Jakarta,” paparnya.

“Kan sekarang lagi Covid dan aksesnya terbatas ya untuk keluar dan ketemu banyak orang, salah satunya juga untuk korban-korban kekersan dalam pandemi Covid, intesitas kekeresan semakin tinggi, karena semakin sering bertemu sehingga intensitas kekerasan semakin tinggi,” sambung Zuma,

Dia mengklaim, kerahasiaan korban yang berlindung di Rumah Aman terjaga, hal itu tak terlepas dari sistem mobile yang diterapkan LBH APIK dalam programnya itu.

Berita Terkait :  BLT Dana Desa Selamatkan Jutaan PEKKA dari Dampak Ekonomi Akibat Covid 19

“Akhirnya kita membuat Rumah Aman ini, tanpa harus lapor polisi, rapid kita sediakan dan juga Rumah Aman kita mobile, sehingga kerahasiaannya sangat kita jaga, pelaku-pelaku kekerasan itu menjadi tidak tahu, karena mobile,” tutur Zuma.

Selain itu, bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia atau World AIDS DAY, Zuma menyoroti terkait Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan Perempuan Dengan HIV/AIDS (PDHA) yang sering mendapatkan stigma dari masyarakat.

“Mengingatkan kita semua bahwa perempuan maupun ODHA, ini membutuhkan dukungan dari ktia semua, agar mereka tidak sendiri, dalam menjalani kehidupan ataupun dalam proses dia berstatus ODHA ataupun PDHA,” himbaunya.

“Karena, dukungan itu sangat penting apalagi ada stigma dari masyarakat bahwa temen-temen atau PDHA itu pembawa dosa dan sebagainya, pokonya label-label negatif ini banyak diarahakan kepada dia, aku suci dan kamu enggak,” tambah Zuma.

Berita Terkait :  Jokowi Sebut Indonesia Sedang Kembangkan Industri Hijau Terbesar di Dunia

Padahal, menurutnya, tidak selalu PDHA menjadi penyebab penularan virus HIV. Bahkan, perempuan justru kerap menjadi korban tertular dari pasangannya.

“Kenapa dia bisa jadi PDHA itu banyak sekali, bahkan ada yang kasus bukan karena dia (PDHA, red), tetapi dia ditularkan dari pasangannya, yang mungkin baru dikenalnya, ada banyak faktor,” sebut Zuma.

Untuk itu, Zuma berharap agar masyarakat mengedukasikan diri melalui internet terhadap ODHA dan PDHA supaya tidak selalu menempelkan stigma terhadap korban-korban tersebut.

“Bisa kok, kita bisa tau cuman kita sendir mau atau enggak, ataukah kemudian melanggengkan stigma-stigma yang sudah berjalan selama ini,” jelas Zuma.