Berita

 Network

 Partner

Rokok Elektrik
(Foto : merahputih)

Rokok Elektrik Memakan Korban

Berita Baru, Internasional – Seorang pria berusia 18 tahun di Belgia dikabarkan meninggal akibat kegagalan sitem pernafasan. Dikutip dari AFP, Kamis (14/11), pria tersebut pengguna vaping dan campuran berbagai produk berbahaya di dalam rokok elektrik.

Kasus kematian tersebut adalah yang pertama di Belgia.

Pria bernama Raphael, dilaporkan menggunakan rokok elektrik mengandung suatu zat yang umumnya ditemukan pada ganja. Menurut Menteri Kesehatan, Maggie De Block, penggunaan rokok elektrik sebagai penyebab kematian Raphael.

“Keterkaitan dengan rokok elektrik sudah dapat dipastikan. Tidak ada penjelasan lain untuk (menjelaskan) pneumonia parah pada pasien tersebut,” katanya ketika ditemui di parlemen Belgia.

Berdasarkan temuan awal, produk yang ada pada rokok itu merupakan cannabidiol (CBD).

Produk itu merupakan komponen dalam ganja yang populer dan legal serta memiliki efek penenang ringan–tetapi juga dijual di pasar gelap dengan campuran produk-produk berbahaya.

Berita Terkait :  Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Jantung Selalu Ada dan Tanpa Batas

De Block menuturkan investigasi harus dilanjutkan untuk mengetahui situasi pasti saat kematian korban dan menekankan pelarangan vaping di Belgia.

Kematian Raphael merupakan kasus yang mirip dengan beberapa kasus kematian terkait rokok elektrik di Amerika Serikat. Pada kasusu tersebut, vitamin E asetat yang digunakan sebagai zat pengental minyak pada vape.

Otoritas kesehatan di AS telah menetapkan vaping berbahaya bagi anak-anak muda di tengah pesatnya peningkatan jumlah pengguna di kalangan murid sekolah menengah atas (SMA)–hingga dua kali lipat pada 2017 dan 2018.

Pada Jumat (15/11), beberapa pejabat AS mengatakan mereka telah mengidentifikasi vitamin E asetat mungkin merupakan dalang di balik wabah infeksi paru-paru yang telah menewaskan 39 orang dan membuat dua ribu orang sakit.

Berita Terkait :  Selama Latihan, NATO Sebabkan Lusinan Mamalia Laut Mati

Vitamin E asetat umumnya ditemukan pada banyak makanan dan juga digunakan pada suplemen serta produk kosmetik seperti krim kulit. Namun zat tersebut dapat menyebabkan infeksi paru-paru ketika dihirup.

Sumber : AFP