Riset: Bermain Video Game Memberi Manfaat untuk Kesehatan Mental

    Bermain Game
    Bermain Game dinilai memiliki beberapa manfaat pada kesehatan, Sumber : Dailymail.co.uk

    Beritabaru.co, Inggris – Ternyata, bermain video game bisa berdampak positif pada tingkat kesejahteraan seseorang. Hal ini menurut riset ilmuwan universitas Oxford.

    Dilansir dari Dailymail.co.uk, Para peneliti di Oxford Internet Institute mengakses data dari dua jenis permainan, Plants vs Zombies: Battle for Neighborville dan Animal Crossing: New Horizons, untuk menyelidiki hubungan antara perilaku bermain game dan kesehatan mental.

    Para ilmuwan, yang bekerja dengan Electronic Arts dan Nintendo of America, menemukan bahwa para pemain yang mengalami rasa kenikmatan saat bermain, terlihat peningkatan dalam kesehatan mental mereka.

    Profesor Andrew Przybylski, peneliti utama riset dan direktur penelitian di Oxford Internet Institute, mengatakan temuan itu menunjukkan “video game tidak selalu buruk untuk kesehatan Anda, dan ada faktor psikologis lain yang memiliki pengaruh signifikan pada kesejahteraan seseorang” Pada selasa (17/11) .

    Selama penelitian, ada sekitar 518 sampel pemain bermain Plants vs Zombies: Battle for Neighborville dan 2.756 pemain bermain Animal Crossing: New Horizons. Kemudian diminta untuk menjawab survei tentang pengalaman bermain mereka.

    Berita Terkait :  4 Hal yang Perlu Diketahui dari Penyebaran Virus Corona Udara

    Meskipun para peneliti mengakui bahwa studi tersebut hanya memberikan gambaran, mereka juga mengatakan bahwa pengalaman subjektif seorang pemain selama bermain mungkin menjadi faktor yang lebih besar untuk kesejahteraan orang tersebut dibanding dilihat hanya dari waktu bermain.

    Pemain yang mengalami kenikmatan saat bermain permainan tersebut mengalami tingkat kesejahteraan yang lebih positif, klaim para peneliti.

    “Penelitian sebelumnya mengandalkan terutama pada survei pelaporan diri untuk mempelajari hubungan antara permainan dan kesejahteraan”

    Tanpa data objektif dari perusahaan pencipta game, mereka yang mengusulkan saran kepada orang tua atau pembuat kebijakan telah melakukannya tanpa memanfaatkan basis bukti yang kuat sebelumnya.

    “ Temuan kami menunjukkan bahwa video game tidak selalu buruk untuk kesehatan anda, Ada faktor psikologis lain yang berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan seseorang” ungkap Profesor

    Faktanya, bermain bisa menjadi aktivitas yang berhubungan secara positif dengan kesehatan mental orang.

    “Dari hasil bekerja sama dengan Electronic Arts dan Nintendo of America, kami dapat menggabungkan keahlian akademis dan industri”

    Berita Terkait :  Ilmuwan Mencoba Menciptakan Kembali “Bau di Masa Lalu”

    “ Melalui akses ke data tentang waktu bermain orang-orang, untuk pertama kalinya kami dapat menyelidiki hubungan antara perilaku bermain game yang sebenarnya dan kesejahteraan subjekti. Ini memungkinkan kami memberikan kerangka untuk menyusun bukti berkualitas tinggi untuk mendukung pembuat kebijakan kesehatan”, tambah Profesor.

    Penelitian ini didukung oleh dana dari Huo Family Foundation dan Dewan Riset Ekonomi dan Sosial.

    Profesor Przybylski menambahkan: “Pembuat kebijakan sangat membutuhkan bukti yang andal, kuat, dan kredibel yang menjelaskan pengaruh video game terhadap kesehatan mental global”

    “Dalam studi ini kami menunjukkan bahwa kolaborasi dengan mitra industri untuk mendapatkan data yang memadai dapat dimungkinkan. Sehingga penelitian dengan data ini dapat dilakukan dengan standar akademik – secara etis dan transparan”

    “Kami optimis bahwa kolaborasi semacam ini akan memberikan bukti yang diperlukan untuk memajukan pemahaman kami tentang permainan yang dibuat manusia dan memberikan ide kepada pemerintah mengenai wawasan tentang bagaimana mereka dapat membentuk, untuk kebaikan dan dalam ranah kesehatan kita”

    Berita Terkait :  Review Buku “Islam di Mata Orang Jepang”: Menyimak Islam Indonesia dari Segala Interpretasi

    Studi tersebut dilakukan hanya beberapa bulan setelah para ilmuwan di Massey University, University of Tasmania dan Stetson University meninjau beberapa studi jangka panjang ke dalam video game dan sifat agresi individu,].

    Sebelumnya, mereka menemukan bermain video game kekerasan seperti Grand Theft Auto dan Call of Duty tidak membuat anak-anak lebih agresif.

    Studi tersebut dipimpin oleh Chris Ferguson, seorang profesor psikologi di Stetson University di Florida, yang sebelumnya menepis hubungan kausal antara video game dan perilaku kekerasan.

    Dalam makalah mereka sebelumnya, yang diterbitkan dalam jurnal Royal Society Open Science, para peneliti mengatakan: “Hasil studi tampaknya tidak mendukung hubungan jangka panjang yang substantif antara konten permainan agresif dan agsifat agresif pada pemuda” Pada Senin (16/11)

    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini